DPRD Tagih Lagi Janji Pemkot Bekasi Gunakan Absensi Elektronik Online

BEKASI TIMUR – Ketua Komisi I DPRD kota Bekasi, Ariyanto Hendrata kembali mengingatkan Pemkot Bekasi untuk menepati janjinya yang rencananya akan segera menerapkan sistem absensi pegawai berbasis elektronik sejak awal tahun 2017.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini merasa heran saat kunjungan kerja di Kota Pekalongan yang APBD nya belum mencapai triliunan mampu menerapkan sistem absensi berbasis elektronik dan online, namun mengapa di Kota Bekasi yang APBD nya tembus hingga 5,6 triliun tidak bisa membuat terobosan canggih tersebut.

“Kami kembali mengingatkan kepada pemerintah kota Bekasi agar segera menepati janjinya untuk melakukan penerapan sistem absensi berbasis elektronik. Karena ini penting dan tujuannya untuk meningkatkan kedisplinan dan produktifitas pegawai,” pungkasnya.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa berdasarkan hasil sidak komisi I di beberapa instansi Pemkot Bekasi pihaknya masih saja menemukan sistem absensi manual di kantor kantor kelurahan, kecamatan bahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

Padahal menurut Ariyanto pada pertengahan tahun 2016 lalu, komisi I DPRD kota Bekasi dalam rapat kerja bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait telah mengirimkan surat rekomendasi kepada Pemkot Bekasi tentang lemahnya sistem absensi Pemerintah Daerah. Untuk itu komisi I berharap adanya perubahan signifikan dari Pemkot Bekasi karena DPRD sebagai fungsi pengawasan atas jalannya pemerintah daerah masih menilai absensi berbasis non elektronik masih sangat lemah dan rawan untuk di manipulasi.

Ditanyakan kesiapan Pemkot Bekasi sendiri dalam menarapkan sistem absensi canggih ini, komisi I mengatakan hingga kini pihaknya belum menemukan adanya perubahan signifikan, kalaupun ada yang menggunakan finger print akan tetapi tidak terkoneksi dengan sistem secara online.

“Sampai saat ini kan belum ada sistem absensi yang dimaksud. Ada beberapa OPD yang menggunakan Finger Print tapi tidak terkoneksi ke sistem secara online, jadi laporannya masih manual per bulan,” pungkas dia. (sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini