Lagi, Kanwil DJP Jabar II Lakukan Penyanderaan Penunggak Pajak Rp 1,9 Milyar

KARAWANG – Kantor Wilauah Direktorat Jendral Pajak (Kanwil DJP) Jawa Barat II, Kamis siang (3/8) melakukan penyanderaan (Gijzeling) terhadap Wajib Pajak yang memiliki tunggakan pajak sebesar Rp 1,9 Milyar di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Karawang.

Kepala KPP Pratama Karawang Selatan, Freddy Hasiholan Sianipat menjelaskan bahwa sebelumnya pihak DJP Jabar II telah melakukan beberapa tindakan secara persuasif mulai dari Penertiban Surat Teguran, surat paksa, surat perintah melakukan penyitaan, pemblokiran rekening bahkan pencegahan wajib pajak keluar negeri.

“Upaya tersebut kami lakukan sejak tahun 2013 hingga 2017. Namun belum ada itikad baik wajib pajak untuk membayar tunggakannya sehingga dilakukan upaya penegakan hukum terakhir berupa penyanderaan untuk memaksa penunggak pajak melunasi pajaknua. Apalagi diketahui pula bahwa Wajib pajak tersebut masih memiliki harta yang cukup untuk melunasi hutang pajaknya,” papar dia.

Freddy mengungkap bahwa pihaknya juga telah melakukan pengajuan izin penyanderaan atas dua penanggung pajak PT CTM, atas nama TND dan SNS yang menjabat sebagai Direktur Utama dan Komisaris PT CTM kepada Kementrian Keuangan RI pada tanggal 9 Mei 2017.

“Saat ini kami telah menyiapkan tempat untuk penunggak pajak ini di lembaga pemasyarakatan kelas II A Karawang dengan penempatan sendiri atau terpisah daripada tahanan lainnya namun tanpa perlakuan khusus,” ucapnya.

Freddy menyebutkan, hingga saat ini di Kanwil DJP Jabar II telah ada 16 penanggung pajak yang telah melunasi tunggakan pajaknya dengan nilai Rp 67,9 Miliar dari jumlah usulan penyanderaan dalam tahun 2017 sebanyak 21 penanggung pajak dengan nilai 97,8 Miliar. Dengan demikian, masih tersisa 5 penanggung pajak yang masih dalam pantauan gijzeling yang nilainya Rp 29,9 Miliar.

“Gijzeling ini untuk memberikan efek gentar kepada wajib pajak yang memiliki tunggakan pajak. Sehingga para wajib pajak itu dapat segera melunasi tunggakan pajaknya,” pungkas dia.(sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini