TPST Bantar Gebang Pilot Project Pengolahan Sampah secara Termal

Unggul Priyanto selaku Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Sekretaris Provinsi DKI Jakarta Saifullah dan Penjabat (Pj) Wali Kota Bekasi Ruddy Gandakusumah serta Deputi bidang Infrastruktur pada Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman melakukan ground breaking pembangunan PLTsa Bantar Gebang, Rabu (21/03).

BANTARGEBANG- Masalah sampah memang tidak ada habisnya. Permasalahan sampah sudah menjadi momok serius terutama di kota kota besar di Indonesia. DKI Jakarta misalnya, menghasilkan sampah hingga 7000 ton per hari.

“Hal itu memerlukan solusi teknologi yang secara cepat, signifikan dan ramah lingkungan,” jelas  Unggul Priyanto selaku Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi saat ground breaking pembangunan PLTsa Bantar Gebang, Rabu (21/03).

Unggul melanjutkan, dengan kapasitas timbunan sampah yang cukup besar di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah tepat dengan membuat Pilot Project Pengolahan Sampah secara Termal (PLTsa).

Senada dengan itu, Sekretaris Provinsi DKI Jakarta Saifullah mengatakan, pembangunan PLTsa merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama antara Pemprov DKI Jakarta dengan BPPT dalam pengkajian, penerapan dan pemasyarkatan teknologi yang sesuai dengan peraturan presiden (Perpres) No.58/2017 tentang pelaksanaan proyek strategis nasional terkait proyek infrastruktur energi asal sampah kota kota besar di Indonesia.

“Dengan kapasitas angkut sampah sebanyak 7000 ton/hari dan 1200 truk/hari melintasi Kota Bekasi, Pemprov DKI memiliki tanggung jawab moril kepada Pemkot Bekasi. Beberapa waktu lalu, kita telah menghibahkan 50 kendaraan truk sampah laik jalan kepada Pemkot Bekasi, apabila masih kurang kita akan tambah lagi jumlah nya,” kata dia.

Pada kesempatan tersebut, Saifullah juga mengungkapkan soal gaji yang diterima karyawan. Saat ini, kata dia, jumlah karyawan di TPST Bantar Gebang sebanyak 740 orang dengan gaji sesuai Upah Minimum Kota (UMK), bahkan masih mendapat tambahan tambahan. “Dalam sebulan mereka bisa menerima sekitar Rp4 hingga Rp9 juta per bulan, hal ini lebih baik setelah di swakelolakan oleh pemerintah provinsi,” ungkapnya.

Sementara, Penjabat (Pj) Wali Kota Bekasi Ruddy Gandakusumah mengapresiasi dan memberi dukungan atas pembangunan PLTsa. Ia berharap, hal serupa dapat diterapkan di TPST milik Pemkot Bekasi.

“Kita berharap, kedepan Kota Bekasi juga mampu malakukan hal yang sama karena kita juga memiliki TPST sendiri. Semoga pembangunan PLTsa ini dapat memecahkan permasalahan sampah, dan juga lebih bisa dimanfaatkan terutama untuk listrik nya karena salah satu produknya  adalah listrik,” harapnya.

Sekadar informasi, ground breaking pembangunan PLTsa Bantar Gebang dihadiri oleh kepala BPPT Unggul Priyanto, Sekretaris Provinsi DKI Jakarta Saifullah, Deputi bidang Infrastruktur pada Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, dan Penjabat Wali Kota Bekasi Ruddy Gandakusumah. (bams)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini