Maling Spesialis Rumah Kontrakan Nyaris Diamuk Massa

Ilustrasi. (Image:Istimewa)

CIKARANG SELATAN- Satu dari dua maling nyaris diamuk massa di Kampung Pagaulan RT 12/05 Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi pada Senin (02/04) siang. Oleh petugas, pelaku yang diketahui Nurpan Nopita (24) kemudian dibawa ke Mapolsek Cikarang Selatan untuk diinterogasi.

Kepala Kepolisian Sektor Cikarang Selatan Komisaris Alin Kuncoro mengatakan, tersangka Naupan nyaris diamuk massa yang kesal dengan ulahnya. Beruntung tokoh masyarakat dan petugas kepolisian setempat yang mendapat kabar itu bergegas ke lokasi untuk menghalau aksi anarkis tersebut.

Kepada polisi, tersangka mengaku nekat mencuri karena terdesak kebutuhan ekonomi. Selama sebulan merantau di Kabupaten Bekasi, mereka tidak kunjung mendapat pekerjaan sehingga beralih menjadi pencuri. “Selain mengamankan tersangka, kami juga menyita barang bukti berupa dus ponsel korban dan sepeda motor tersangka,” kata Alin kepada awak media pada Selasa (03/04).

Berdasarkan pemeriksaan sementara, kata Alin, para pelaku merupakan spesialis maling di rumah kontrakan warga. Mereka telah mencuri harta benda penghuni kontrakan sebanyak tiga kali di wilayah hukum Cikarang Selatan. “Sebelum beraksi, mereka terlebih dahulu melakukan maping (pemetaan) terhadap sasarannya. Saat ada peluang, mereka langsung beraksi,” ujar Alin.

Meski perbuatannya sudah dilakukan beberapa kali, namun sejauh ini belum ada laporan korban kekerasan dari para pelaku. Saat beraksi mereka juga tidak dibekali senjata untuk melindungi dirinya bila terpergok mencuri. “Kalau terpergok mereka bergegas kabur, makanya mereka ini saling berbagi peran. Ada yang bertugas sebagai eksekutor, ada juga yang bersiaga di sepeda motor,” jelasnya.

Alin mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspda terhadap kasus pencurian. Apalagi kasus dengan modus serupa kerap terjadi dan sasarannya adalah pemilik yang lemah dalam mengawasi harta bendanya. “Bagi penghuni kontrakan, sebaiknya pintu sering dikunci meski hanya ke toilet. Sebab aksi mereka ini sangat cepat yang hanya memakan waktu beberapa detik saat mengambil harta korban,” katanya.

Sementara, Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Cikarang Selatan Inspektur Satu Jefri mengatakan, anggotanya masih menggali keterangan Nurpan untuk mengidentifikasi posisi rekannya bernama Fian alias Fuhan (28). Menurut dia, Fian berlari ke perkampungan warga setelah sepeda motor yang ditumpangi terjebak di gang buntu.

“Karena panik dikejar warga, tersangka Fian lari ke gang kecil menyusuri perkampungan warga sedangkan Nurpan berhasil diamankan,” kata Jefri.

Sebelum mencuri, kata Jefri, mereka berkeliling ke perkampungan setempat menggunakan sepeda motor Honda Beat B 3404 FCM mencari target. Di sana Naupan menghentikan laju kendaraannya karena melihat pintu rumah kontrakan korban, Nengsih (48) dalam keadaan terbuka.

Diam-diam Fian turun dari motor dan menyelinap masuk ke rumah korban untuk mengambil ponsel korban merk Oppo A37 senilai Rp2,7 juta. Sementara Naupan bersiaga di atas motor. “Setelah mengambil ponsel korban yang diletakkan di meja, tersangka Fian berlari ke arah Naupan yang telah bersiaga di atas motor,” kata dia.

Aksi kedua pelaku rupanya terpergok Nengsih yang saat itu baru saja keluar dari kamar mandi. Nengsih kemudian berteriak maling, hingga mengundang perhatian warga sekitar. Warga bergegas memburu para pelaku menggunakan sepeda motor sampai menyusuri gang sempit di perkampungan.

“Upaya mereka melarikan diri akhirnya kandas setelah sepeda motor yang ditumpangi masuk ke gang sempit dan buntu. Namun tersangka Fian berhasil kabur sambil membawa ponsel korban,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan tang bakal dihukum penjara di atas lima tahun. (bams)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini