
BEKASI TIMUR – PT PLN Area Bekasi menyebut adanya listrik padam di Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi bukan terjadi karena kesalahan PLN. Pasalnya, kerusakan yang terjadi pada gardu listrik dan merupakan instalasi milik pelanggan yakni Asrama Haji.
“Kami justru menerima laporan dari pihak Asrama Haji, bahwa ada kerusakan di instalasi mereka. Dan kami hanya membantu men-supervisi,” Jelas Son Suwargono selaku Asisten Manager Jaringan PLN Area Bekasi, Rabu (18/7).
Son Suwargono menjelaskan, pihak PLN tidak bisa terlibat langsung ke instalasi milik pelanggan, karena memang diatur dalam undang-undang.
“Saat ini travo yang rusak sudah diganti dan aliran-aliran listrik di asrama haji sudah kembali normal,” jelasnya.
Dia menambahkan, persoalan daya cadangan pelanggan terdapat dua domain. Domain pertama pelanggan mendapat cadangan listrik berupa trafo oleh PLN, sementara pelanggan menengah wajib menyediakan trafo sendiri.
“Jadi trafo ada dua domain untuk pelanggan. Untuk pelanggan biasa disediakan trafo dari PLN, sementara pelanggan menengah menyediakan trafo sendiri,” jelas Son Suwargono .
Kata dia, pada kasus padamnya listrik di Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi pada Selasa (17/7/2018) sore, terjadi lantaran trafo milik Asrama Haji tidak cukup mengakomodir kebutuhan listrik saat itu.
Pihak Asrama Haji sendiri sebenarnya mengetahui bahwa ada kerusakan di trafo miliknya. Melihat ada kerusakan suplai listrik kemudian dipindah ke genset. Namun demikian pasok daya listrik tidak bisa mengcover seluruh kebutuhan di Gedung Asrama Haji.
“Ternyata kapasitas genset tidak bisa meng-cover kebutuhan Asrama Haji. Sehingga ada beberapa titik beban dipadamkan, karena genset tidak bisa meng-cover,” jelas Suwargono.
Dampaknya, jamaah haji merasakan padam. Sementara itu, opini yang berkembang terdapat gangguan istrik dari PLN. Akan tetapi sebenernya ada gangguan pada trafo milik pelanggan.
“Asrama haji kategori pelanggan menengah sehingga memiliki trafo sendiri, bukan milik PLN yang mengalami kerusakan,” jelasnya lagi.
Namun demikian, demi kenyamanan jamaah haji terkait pasokan listrik, pihak PLN Area Bekasi kemudian menjembatani antara pihak Asrama Haji dengan pihak pelaksana penyedia jasa perbaikan trafo.
“Kondisi saat ini daya listrik di asrama haji sudah normal kembali menggunakan trafo yang disediakan oleh jasa pelaksana penyedia trafo selama proses perbaikan,” ungkap Suwargono.
Dia menambahkan, penyedia jasa perbaikan terkait trafo milik Asrama Haji yang mengalami kerusakan saat ini sedang dilakukan investigasi. Hal ini dilakukan untuk mencari tah penyebab kerusakan yang ada.
Selanjutnya, kata Suwargono, agar masyarakat tidak salah persepsi sebaiknya memahami perbedaan antara pelanggan biasa dan pelanggan menengah.
Sebagai pelanggan menengah seperti Asrama Haji wajib menyediakan trafo sendiri. Dengan adanya trafo yang di-maintenance dengan baik, maka diharapkan tidak terjadi kendala pemadaman. (ton)






























