DPRD Ultimatum Penyaluran 5.7 Miliar Stimulus Untuk UMKM Terdampak Covid Agar Transparan dan Tak Dikorupsi

Infobekasi.co.id – Anggota Komisi 3 DPRD Kota Bekasi, Adhika Dirgantara, meminta penyaluran dana stimulus untuk UMKM terdampak pandemi corona transparan dan tepat sasaran. “Jangan salah sasaran dan apalagi sampai dikorupsi,” katanya pada Jumat (10/4).

Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan dana sebesar Rp 5,7 miliar untuk stimulus kepada pelaku usaha kecil mikro kecil menengah (UMKM) yang terdampak pandemi virus corona di wilayah setempat.

Bantuan stimulus diteken oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi melalui Kepwal Nomor. 360/Kep.161-BPKAD/III/2020. Dana sebesar itu diambil dari biaya tak terduga (BTT) sebesar Rp 102 miliar untuk Kesiapsiagaan Pengawasan dan Pemantauan Infeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Ia berharap, dengan pemberian stimulan tersebut bisa menjaga dunia usaha terutama UMKM di bawah Dinas Koperasi dan UKM tetap eksis di tengah pandemi corona. Karena itu, ia mendesak Dinas Koperasi dan UKM menyampaikan rencana dan mekanisme penanganan secara terbuka dan menyampaikan kriteria UMKM yang bisa ikut dalam program untuk bisa ikut didata.

“Fokus kami adalah bagaimana upaya ini bisa berdampak luas, makin banyak UMKM yang bisa dilibatkan, semakin baik,” katanya.

Ia mencontohkan, pengadaan masker kain atau bubuk minuman rempah. “Sebar pengadaannya ke sebanyak mungkin UMKM rumahan, jangan menumpuk pengadaan pada 1-2 UKM saja. Yang penting teman-teman UMKM ada omzet meskipun kecil, untuk menyambung hidup usahanya,” lanjutnya.

Sebagai lembaga legislatif, pihaknya akan turut melakukan pengawasan terhadap alokasi anggaran tersebut. “Kami akan mintakan kepada Dinkop UKM untuk menyajikan data UMKM yang telah terbantu dengan program penanganan ini secara terbuka, jangan ada yang ditutup-tutupi,” ucapnya. (fiz)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini