Ribuan KTP Elektronik Milik Warga Tambun Masih Menumpuk di Kantor Pos

Infobekasi.co.id – Ribuan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el), milik warga Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi masih menumpuk di Kantor Pos Tambun, Jalan Sultan Hasanudin, Tambun Selatan, Kamis (28/05/2020).

“Masih banyak dan belum sempat disebar ke pemiliknya,” ujar Nasam, satu petugas Pos di sana.

Dia mengatakan distribusi masih menunggu kebijaksanaan pimpinan karena masih suasana lebaran, juga adanya tenaga pengirim yang diperbantukan untuk mengirim bantuan sosial (bansos) dampak pandemi Covid-19.

Akibat menumpuknya KTP elektronik di kantor pos, sejumlah warga yang merasa sudah mengajukan pencetakan mendatangi kantor kecamatan.

“Yang lain baru rekam beberapa hari sudah jadi, saya sudah setahun nggak jadi-jadi,” ujar Dadang, warga Mangunjaya Indah I Tambun Selatan.

Bukan dirinya saja, menurut dia, hampir semua warga yang mengajukan via kantor desa atau kelurahan di Tambun Selatan belum semuanya mendapat dokumen kependudukan tersebut.

Warga pun selalu menuding pihak desa atau kelurahan dan kecamatan ada ‘main’. “Kalau kejadiannya seperti ini warga mencurigai pencetakan KTP elektronik itu ada permainan,” cetus Hamdi, satu orang tua yang anaknya sangat memerlukan KTP elektronik.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bekasi Hudaya, saat dihubungi Infobekasi.co.id, membenarkan kalau ribuan KTP elektronik masih menumpuk di kantor Pos Tambun.

“Saya dapat laporan dari Kepala Kantor Pos Cikarang, kalau Tambun Selatan masih belum beres pendistribusian KTP el-nya,” kata Hudaya.

Dia menyebutkan Tambun Selatan paling banyak pencetakannya dan ketika disebar, sejumlah tenaga pengirim diperbantukan untuk pendistribusian bantuan sosial Covid-19.

“Jadi belum rampung semuanya,” jelas Hudaya.

Dia juga menyebutkan, instansinya meminta pihak Pos mengirim KTP elektronik dengan layanan pengiriman pos kilat khusus dengan estimasi waktu antara H+2 sampai H+9 setelah barang diterima oleh petugas pos.

Pengiriman via Pos ini juga dalam upaya meminimalisir praktek percaloan dalam kepengurusan KTP el maupun produk layanan lainnya. Hudaya juga menyebutkan bahwa ketersediaan blanko e- KTP saat ini cukup memadai.

“Jadi konsep kita ke depan, warga yang mengurus permohonan KTP el, tidak lagi pulang dengan Suket, tapi langsung KTP,” ujarnya.

Reporter: Saban

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini