Lindungi Data dengan Backup Disaster Recovery Plan

Infobekasi.co.id – Masih ingat peristiwa kebakaran di Kejaksaan Agung pada hari Sabtu (22/08) kemarin? Bagaimana dengan data-data kasus yang ada di lokasi, apakah ikut rusak terbakar?

Kejadian kebakaran di Kejaksaan Agung itu bisa dikategorikan sebagai kejadian bencana atau disaster yang bisa datang secara tiba-tiba. Untuk mengantisipasi hal tersebut, perusahaan harus sudah mempunyai sistem prosedur Data Center Disaster Recovery.

Apa itu Data Center Disaster Recovery atau sering disingkat juga DRC, dan sebagian lagi ada yang menyebutnya situs pemulihan bencana? Apa fungsinya dalam membantu bisnis atau perusahaan dalam keadaan darurat?

Untuk perusahaan dengan skala operasi yang luas dan kompleks, DRC merupakan salah satu sistem perencanaan kontingensi dalam menghadapi situasi bencana dan kejadian luar biasa dengan penempatan perangkat IT, sistem, aplikasi dan data sebagai backup (cadangan) pada tempat atau lokasi yang terpisah. Salah satu syaratnya adalah harus berjarak minimal 60 Km dari server utama.

Dengan menerapkan prosedur DRC, jika timbul gangguan kelistrikan maka manajemen IT bisa mengalihkan semua atau sebagian aktivitas operasionalnya ke tempat cadangan.

Pemilihan jarak 60 Km diatas semata-mata agar operasional di server backup bisa berjalan dengan normal tanpa perlu mengorbankan kenyamanan pelanggan.

Proses backup data harus dilakukan secara reguler dan dilakukan secara berjenjang seperti backup harian, backup mingguan, backup bulanan. Selain itu, tape atau harddisk backup harus disimpan terpisah dari server utama untuk mencegah kejadian musibah.

Sekarang bagaimana kalau perusahaannya belum besar atau masih skala rumahan, apakah tetap masih membutuhkan prosedur backup recovery?

Untuk prosedur backup recovery hukumnya wajib dijalankan oleh semua orang yang berhubungan dengan akses digital, tetapi tidak harus selengkap prosedur perusahaan besar.

Cukup dengan memback-up data di laptop/komputer ke google drive atau media penyimpanan online lainnya, untuk mengantisipasi kalau kedepannya ada kerusakan di laptop/komputer.

Dengan disiplin menjalankan prosedur backup disaster recovery, maka kita akan lebih tenang jika terjadi sesuatu terhadap data bisnis kita.

Salam sehat bugar

Rawi Wahyudiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini