Pria Plontos Vs Dishub Bekasi Berakhir Damai: Laporan Polisi Dicabut

Infobekasi.co.id – Keributan di Jembatan Grand Kamala Lagoon antara seorang pria berkepala plontos dan petugas Dinas Perhubungan Kota Bekasi berakhir damai. Laporan polisi terkait perusakan rambu lalu lintas juga dicabut.

“Meminta maaf yang sebesar besarnya kepada pemerintah kota bekasi khususnya Dishub Kota Bekasi dan masyarakat bekasi dan saya siap melakukan perbaikan atas marka jalan yang saya rusak kemarin,” ucap pria yang aksinya viral di media sosial ini.

Pria itu bernama Pramono. Dia datang ke Kantor Dinas Perhubungan Kota Bekasi di Jalan Pangeran Jayakarta pagi tadi. Dia ditemui Kepala Dinas Perhubungan, Dadang Ginanjar bersama beberapa anak buahnya. Terjadi kesepakatan damai antara kedua belah pihak.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Dadang Ginanjar membenarkan, keributan di Jembatan Grand Kamala Lagoon telah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Hari ini ada tamu datang ke kantor saya tujuannya permohonan maaf atas insiden yang kemarin viral di Kalimalang Grand Kamala Lagoon. Nah sekarang hari ini pak Pram kebetulan warga Kota Bekasi juga hadir di dishub untuk memohon maaf atas perbuatan yang sudah dilakukannya,” ucap Dadang.

Secara pribadi dan institusi, Dadang memaafkan. Ia menyebut, Pramono memiliki itikad baik, dengan menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan. Adapun laporan polisi ke Polres Metro Bekasi Kota juga bakal dicabut. Kasus clear.

“Kalau saya si orang warga masyarakat sudah minta maaf gitukan, saya tidak ingin berlanjut artinya dicabut laporan saja selesai tapi dengan catatan nanti pak kabid lalin untuk mengantarkan pak Pram ke polres untuk menyelesaikan ini dan meminta maaf supaya selesai,” tutupnya.

Jembatan di depan Grand Kamala Lagoon tidak bisa dipakai berputar dari arah Bekasi menuju ke Jakarta. Hanya bisa digunakan berputar dari Jakarta. Selain berputar, jembatan itu juga langsung mengakses ke kawasan Grand Kamala Lagoon. kawasan yang dikembangkan oleh perusahaan BUMN, yaitu PP Properti.

Jembatan ini sudah terpasang traffic light. Dioperasikan sejak 23 Maret lalu. Karena itu, jembatan berputar di depan BSK ditutup, menyusul dibukanya jembatan Grand Kamala Lagoon.

Hal ini memicu terjadinya keributan seorang pengguna jalan dengan petugas dinas perhubungan pagi tadi. Pria itu protes karena tidak bisa berputar di depan Grand Kamala Lagoon. Adapun putaran yang telah ditetapkan oleh Dinas Perhubungan berada di depan Al Azhar.

Kontributor: Denny Arya Putra

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini