Mengunjungi Lapak HP Bekas di Bulan-Bulan: Ini Faktanya

Infobekasi.co.id – Berbekal triplek yang dimodel sebagai rak untuk menempatkan handphone, beratapkan tenda payung dan penerangan lampu listrik. Antara penjual dan pembeli jongkok saat bertransaksi dan sesekali terlihat saling test dan tawar menawar harga gawai itu.

Itulah pedagang handphone (HP) bekas yang berjejer di Jalan Ir H Juanda, tidak jauh dari Stasiun Bekasi arah timur mulai dari perempatan Bulan-bulan hingga tepi Kali Bekasi tidak jauh dari Tugu Persitiwa Tentara Jepang Berdarah Kali Bekasi.

Seperti sudah ngetrend para pedadagang HP bekas ini selalu ada tidak jauh dari Stasiun KA. Tengok saja di beberapa stasiun kereta, mereka selalu ada. Para pedagang ini pun sudah maklum mereka sering dicap sebagai penadah barang curian, “Biar saja orang mau ngomong apa, yang pasti kami tidak seperti itu,” ujar Pitoy, 30, pedagag HP bekas di Bulan-bulan.

Orang beranggapan, mereka berdagang di dekat stasiun KA , sambil menunggu pelaku kejahatan yang beraksi di atas kereta dan menjual HP hasil ‘kerjaannya’, “Nggak berkah nyari uang kaya gitu,” lanjut Pitoy.

Namun dia mengakui ada beberapa orang yang menjual HP-nya dengan alasan kehabisan ongkos, “Kalau begitu saya terima dan saya tidak bertanya asal-usulnya barang itu,” tandas Pitoy, sambil mengatakan para pedagang juga melihat siapa yang menjualnya.

Menurutnya, HP bekas yang dijualnya adalah selain dari membeli juga hasil rekondisi atau perbaikan dari HP yang sudah rusak, “Makanya banyak orang yang berani membeli HP yang sudah mati total untuk dikanibal komponennya,” kata Pitoy.

Dari HP yang sudah mati itu dicarikoponen yang masih bisa dipakai lalu dipasang dan kalau cocok maka HP pun berfungsi, “Harganya pun murah yang penting bisa dipakai untuk komuniaksi WA atau internetan,” kata lelaki asal Pariaman yang sudah 3 tahun berusaha di Jl Juanda ini.

Di sepanjang Jl Juanda HP yang dijual paling murah Rp 150 ribu untuk yang jadul dan hingga ada yang Rp 2 juta sudah smartphone dan yang ini biasanya lengkap dengan dusnya, namun garansi sudah tidak ada.

Yang lebih penting lagi, pembeli harus berhati-hati karena yang namanya kondisi bekas bisa saja beberapa hari digunakan sudah mati, “Kalau saya beli untuk koleksi aja, di rumah ada dua kok,” tutu Roni Darmanto, 35, pembeli yang mengaku sedang mencari HP jadul untuk penambahan koleksinya.

Reporter: Saban

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini