Ketempatan TPST Bantargebang, Eka Widyani: Dana Kemitraan Tidak Boleh Putus

Infobekasi.co.id – Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS, Eka Widyani Latief mendorong pemerintah Kota Bekasi terus meminta bantuan keuangan kepada DKI untuk program pembangunan di wilayah setempat.

Pasalnya, Kota Bekasi harus mendapatkan perhatian lebih dari Pemprov DKI, karena memanfaatkan lahan seluas 114 hektar di Kecamatan Bantargebang sebagai tempat pembuangan akhir sampah warga DKI Jakarta.

“Kalau tipping fee memang menjadi sebuah kewajiban DKI,” kata Eka kepada infobekasi.co.id, Minggu (21/11/2021).

Nilai tipping fee selama setahun sekitar Rp 380 miliar. Dana sebesar ini dimanfaatkan untuk pemberian uang bau kepada 24 ribu keluarga di Bantarbang. Nilainya tahun depan Rp 400 ribu perbulan untuk kelurahan Sumurbatu, Cikiwul dan Ciketingudik, sedangkan di kelurahan Bantargebang direncanakan Rp 150 ribu perbulan.

Selain uang bau, dana tipping fee untuk pembangunan infrastuktur jalan dan saluran, kemudian dipakai program pendidikan hingga kesehatan bagi penduduk di Kecamatan Bantargebang.

Selain uang tipping fee yang menjadi kewajiban, dimana hitungannya berdasarakan tonase sampah, semestinya DKI juga memperhatikan kebutuhan lain di luar Bantargebang. Karena, pencemaran air hingga udara tidak hanya dirasakan oleh warga Bantargebang.

“Saya mendorong Pemkot Bekasi terus mengajukan dana kemitraan untuk pembangunan di luar Bantargebang,” kata Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi ini.

Sebelumnya, Pemkot Bekasi menerima dana kemitraan untuk beragam pembangunan. Tapi, sejak tahun lalu terhenti karena keuangan daerah terdampak pandemi Covid 19. Menurut dia, semestinya dana kemitraan terus diberikan.

“Bau sampah Bantargebang tidak kenal refocusing, harus terus diberikan,” kata Aleg PKS dari Dapil Rawalumbu, Mustikajaya dan Bantargebang ini.

Karena itu, pihaknya mendorong Pemprov DKI memberikan perhatian lebih kepada Pemkot Bekasi dengan membantu keuangan untuk pembangunan sebagai kompensasi membuang sampah setiap hari ke Bantargebang.

“Dana kemitraan harus terus diberikan,” kata Eka. (adi/adv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini