Musim Kemarau Melanda, 2.416 KK di Wilayah Selatan Kabupaten Bekasi Kekurangan Air
InfoBekasi.co.id – Dampak krisis air bersih akibat musim kemarau di Kabupaten Bekasi kian meluas. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), setidaknya 2.416 Kepala Keluarga (KK) kini terdampak kekeringan dan kehilangan akses sumber air bersih.
Kecamatan Bojongmangu menjadi wilayah paling parah, dengan empat desa terdampak: Sukamukti, Sukabungah, Medalkrisna, dan Karangindah. Sementara itu, di Kecamatan Serangbaru kekeringan terjadi di Desa Nagasari (empat titik), serta di Kecamatan Cibarusah melanda Desa Ridogalih (delapan titik).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menjelaskan, seluruh wilayah terdampak berada di bagian selatan kabupaten. Hingga saat ini, total bantuan air bersih yang telah disalurkan mencapai 575.000 liter, hasil kerja sama antara instansi pemerintah dan pihak swasta.
“Secara keseluruhan, tercatat ada 20 titik kekeringan yang tersebar di enam desa dan tiga kecamatan tersebut. Jumlahnya terus berubah setiap harinya. Petugas kami tetap bersiaga penuh dan terus mengirimkan bantuan air bersih ke lokasi‑lokasi terdampak,” ujar Dodi saat ditemui di Cikarang Pusat, Senin (13/7/26).
Mengingat puncak musim kemarau diprediksi bakal berlangsung hingga September 2026 mendatang, pihaknya mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat dan bijak. Warga juga diminta segera melapor kepada pemerintah desa atau BPBD apabila mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kami terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan hasil penilaian kebutuhan serta permohonan dari pemerintah desa, agar masyarakat yang benar‑benar membutuhkan dapat segera terlayani dengan baik,” ujar Dodi.
(Ari/ded)


