Eka Widyani Dorong Kota Bekasi Semakin Inklusif untuk Disabilitas

Infobekasi.co.id – Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Eka Widyani Latief menghadiri peringatan “Hari Disabilitas Internasional” yang diselenggarakan di Stadion Patriot, Minggu (05/12/2021). Ada empat organisasi yang hadir, yaitu Ibtisamah Mulia Foundation, Rumah Belajar Mandiri, Cagar Foundation dan Rumah Autis.

Tema kali ini adalah “Bersama Memajukan Masyarakat Disabilitas Menuju Bekasi Kota Inklusif”. Agenda ini bertujuan untuk memberikan kesetaraan antara para difabel di Kota Bekasi. Dalam agendanya para peserta saling berkenalan antar sesama dari berbagai organisasi dan komunitas yang hadir, tak hanya itu mereka pun berjalan mengitari stadion serta membagi-bagikan bendera untuk warga yang hadir berolah raga.

“Disabilitas ini kan sebuah keistimewaan, anak-anak yang hadir hari ini dengan berbagai kriterianya, di sini ada yang tuli, tunarungu, ada juga yang disabilitas otak seperti autis, hiperaktif, hipoaktif, dan berbagai macam,” ujar Eka.

Menurut dia, selama ini masyarakat hanya mengetahui disabilitas atau autisme itu pada anak-anak, karena dalam nomenklaturnya hanya anak yang berkebutuhan khusus. Namun seiring berjalannya waktu mereka terus berkembang hingga dewasa, dan di Indonesia.

“Anak-anak kita yang sudah memasuki usia dewasa ini belum diperhatikan,” tambahnya.

Eka menuturkan, banyak yang beranggapan bahwa anak-anak disabilitas ini saat besar, sudah sembuh. Padahal belum. Setelah berumur 18 tahun ke atas, kata dia, mereka kembali ke rumah masing-masing.

“Bagaimana dengan terapinya dan sebagainya?”.

Saat ditanya perihal karir ank-anak disabilitas ini, Eka menjelaskan bahwa, dalam hal karir sendiri masih sangat minim support untuk mereka yang disabilitas. Kota Bekasi sebagai kota inklusif, dengan hal tersebut ia mendorong agar perhatiannya jauh lebih tinggi, perihal hak, kesempatan dan sebagainya.

Nur Indah Harahap selaku pelaksana agenda menyampaikan, bahwa anak-anak yang hadir dengan didampingi oleh orang tua dan sekolah atau organisasi tempat mereka bernaung terdiri dari anak-anak disabilitas tuna rungu (tuli) dan disabilitas autis.

“Saya sebagai pemerhati disabilitas, baru bisa mengumpulkan berbagai komunitas yang hadir di Kota Bekasi kali ini. Ada pun tujuannya saya menginginkan Kota Bekasi menjadi kota yang inklusif,” ujar Indah pada Minggu (05/12/2021).

“Saya berharap kota ini tidak asing untuk anak-anak ini, tidak asing untuk anak yang tuli misalnya di Gor Patriot Candrabagha ini, atau bersekolah, berwisata dan berbagai aktivitas lain di berbagai tempat yang ada di Kota Bekasi,” pungkasnya. (fiz)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini