Kampanye Gerakan 6M 1S Upaya Pencegahan Dampak Polusi Udara

infobekasi.co.id – Polusi dan kualitas udara masih menjadi perbincangan di kota Bekasi. Tingginya Polutan Molekul di daerah bekasi dapat berimbas pada kesehatan masyarakat.

Kementerian Kesehatan melalui website Sehat Negeriku mengupayakan untuk mengatasi dampak polusi terhadap kesehatan masyarakat Jabotadebek.

Menurut Kemenkes RI, udara yang tidak sehat berkontribusi munculnya penyakit pernapasan.

Data IQAir Visual, tingkat polusi udara di Kota Bekasi pada pukul 06.00-16.00 WIB berada diangka 151-200, dinyatakan tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Kemenkes telah menyiapkan 740 fasilitas kesehatan di Jabodetabek yang dapat menangani masyarakat apabila terjangkit penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) akibat udara tidak sehat.

Dari 674 Puskesmas yang disiapkan untuk menangani masyarakat terdampak polusi udara, Kota Bekasi memiliki 48 Pusekemas, sedangkan Kabupaten Bekasi 46.

Selain menyiapkan fasilitas kesehatan, Kemenkes juga aktif melakukan kegiatan upaya promotif dan preventif dengan memberikan edukasi kepada masyarakat.

Kemenkes, pada Senin 28 Agustus 2023 lalu telah memulai kampanye gerakan 6M 1S sebagai upaya pencegahan dari dampak polusi udara.

Adapun yang dimaksud dengan 6M dan 1S adalah:

1. Memeriksa kualitas udara melalui aplikasi atau website.

2. Mengurangi aktivitas luar ruangan dan menutup ventilasi rumah/kantor/ sekolah/

tempat umum di saat polusi udara tinggi.

3. Menggunakan penjernih udara dalam ruangan

4. Menghindari sumber polusi dan asap rokok

5. Menggunakan masker saat polusi udara tinggi

6. Melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

7. Segera konsultasi daring/luring dengan tenaga kesehatan jika muncul keluhan pernapasan.

Reporter  : Aleisa Dian Mutia

Editor : Deros

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini