Infobekasi.co.id – Ratusan pedagang di Pasar Kranji “gigit jari”, lantaran rencana revitalisasi pasar kranji, Bekasi Barat, hingga saat ini masih mangkrak tak kunjung tuntas.
Proyek yang dimulai pada akhir 2019 lalu rencananya selesai selama 24 bulan. Namun, hingga tahun 2024 bangunan belum terealisasi.
Salah satu pedagang, Ahmad Supendi menuturkan, para pedagang diminta uang oleh pengembang dengan jumlah bervariatif, sebagai down payment (DP) pembangunan pasar.
“Ada yang Rp10 juta sampai Rp50 juta, untuk DP pemesanan kios yang baru. Sampai sekarang belum ada bangunan,” ungkap Ahmad Supendi, kepada wartawan, Rabu (10/7/2024).
Akhirnya, para pedagang kini harus direlokasi ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang lebih kecil. Kondisi yang sumpek dan lokasi pasar menjadi macet dengan mobilitas warga di sekitar lokasi.
Belakangan, direktur PT. Anisa Bintang Blitar (PT.ABB), berinisial IH selaku pemenang tender ditangkap Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi atas kasus penipuan. Supendi mendesak Pemerintah Kota Bekasi melepas status Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan PT. ABB.
“Putus kerjasama PT.ABB. pedagang mengeluh bangunan yang direvitalisasi justru mangkrak, padahal proses pembangunan yang berjalan sejak akhir 2019 belum tuntas,” katanya.
Sementara itu Sekretaris Dinas Perindustrian dam Perdagangan Kota Bekasi, Romi Payan, Pemkot masih perlu mengkaji keputusan yang ada.
“Administrasimya ditunaikan dulu dengan pandangan umum, dilanjutkan atau pemutusan. Itu yang dilakukan tim OPD, Dispendag, bagian hukum, aset itu terlibat semua,” tandas Romi Payan.
Reporter: Yayan
Editor: Deros Rosyadi








































