Peristiwa Kali Bekasi, Satu Keluarga Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

Infobekasi – Keluarga RD, remaja 15 tahun mempertimbangkan menempuh jalur hukum. Sekarang, keluarga meminta pihak berwenang mengusut tuntas kematian tujuh remaja yang melomp*t ke Kali Bekasi ketika ada Tim Patroli Polisi datang ke lokasi mereka berkumpul di Cipendawa, Rawalumbu pada Sabtu, 21 September 2024 sekitar jam 03.00 WIB.

Hari ini, keluaraga RA menggelar tabur bunga di lokasi kejadian. Paman RA, Jaelani menganggap bahwa kegiatan hari merupakan bentuk perlawanan terhadap kegiatan patroli tim Presisi Polres Metro Bekasi Kota. Dalam upaya pembubaran itu, keluarga memilik pendapat sendiri.

“Untuk ke depannya saya berharap kejadian semacam ini tidak terulang lagi. Ini cukup kejadian yang terakhir,” kata Jaelani kepada wartawan di tepi Kali Bekasi dekat lokasi kejadian, Minggu, 29 September 2024.

Dalam kasus ini, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) telah menyatakan kegiatan patroli tidak melanggar SOP. Meski demikian, Jaelani memiliki pendapat sendiri.

“Ya itu kan tanggapan dari mereka, gak masalah. Tapi kan kita tetap mendorong seperti apa sih. Kan belum disampaikan ke pihak korban. Baru sebatas pendapat mereka. Kita juga mempunyai pendapat sendiri, makanya kita pertanyakan apakah sudah sesuai SOP nya atau belum. Kalau sudah mana, seperti apa, kan ga pernah disampaikan sampai sekarang,” terang Jaelani.

Karena itu, pihaknya mempertimbangkan menempuh jalur hukum jika ditemukan fakta adanya pelanggaran pidana. “Kalau memang ditemukan ada pidana, ya kita gugat,” ucap Jaelani.

Kuasa Hukum Keluarga RD, Doni Kasdiyanto menuturkan, berdasarkan keterangan dari keluarga bahwa RD pamit untuk kegiatan camping di Bogor. “Dari pihak keluarga yang kami dapat mereka itu hanya ingin camping, mau ada ulang tahun, tidak ada tauran sama sekali,” katanya.

Fakta itu didapat dari keterangan kawan RD yang selamat. Menurut dia, fakta tersebut menjadi sebuah kejanggalan, sehingga harus diungkap. “Menjadi suatu kejanggalan buat kami, kalau tidak ada tauran kenapa kok mereka bisa berlari berhamburan. Ada apa disitu. apakah ada prosedur dari petugas kepolisian yang ugal-ugalan dalam membubarkan massa atau bagaimana,” ucapnya.

Editor: Adi T

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini