Infobekasi.co.id – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi meminta agar polemik antara massa buruh dan PT Yamaha Music Manufacturing Asia (YMMA) di Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat, dapat segera diselesaikan.
Permintaan ini muncul menyusul kembali aksi demonstrasi dilakukan para buruh Selasa sore di depan PT YMMA. Buruh menutup akses depan pabrik, sehingga menyebabkan kendaraan sulit melintas dan menghambat proses lalu lalang keluar masuk pabrik.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kabupaten Bekasi, Maman Badruzaman, telah memperingatkan, bahwa aksi demonstrasi berlangsung selama berbulan-bulan dapat merusak iklim ekonomi di sektor vital.
“Jangan sampai justru karena aksi ini perusahaan kecewa dan memilih angkat kaki dari Kabupaten Bekasi,” kata Maman, Selasa, 8 Juli 2025.
Dalam konteks ini, selain Disnaker, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dan Wakil Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, serta Wakapolres Metro Bekasi, AKBP Apri Fajar, juga turut hadir dalam pertemuan antara manajemen PT YMMA dan serikat pekerja pada Jumat, 4 Juli 2025.
Saat pertemuan tersebut, disampaikan, bahwa pihak perusahaan sudah menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) sejak 25 Juni 2025.
“Secara aturan, perusahaan sudah menempuh langkah formal melalui PHI sejak 25 Juni lalu. Jalur itu sebenarnya sudah diberikan,” jelasnya.
Maman menilai, aksi demonstrasi merupakan hak pekerja, namun jika berlangsung tanpa penyelesaian, dapat mengakibatkan kerugian bagi semua pihak.
“Kalau dilihat dari sudut pandang perusahaan, aksi ini tentu mengganggu. Namun, teman-teman buruh juga sedang memperjuangkan rasa keadilan. Tinggal sekarang niat kedua belah pihak, maunya apa,” kata Dia.
Di tempat terpisah, Koordinator Aliansi Buruh Bekasi Melawan (BBM), Sarino, mengatakan, para buruh yang menggelar demo bakal melanjutkan hal serupa beberapa minggu ke depan, selama polemik mengenai dua karyawannya, Slamet Bambang Waluyo dan Wiwin, belum terselesaikan.
“Proses hukum itu butuh waktu lama. Kami akan terus beraksi. Artinya, selama tidak ada kesepakatan, jangan salahkan kami. Kami akan aksi terus, satu atau dua minggu,” tandas Sarino.
Reporter: Fahmi
Editor : D. Rosyadi








































