infobekasi.co.id – Mungkin, sebagian warga Bekasi masih ada yang belum kenal buah yang satu ini. Biasanya, orang Bekasi suka goreng buah sukun ini untuk camilan saat ngopi ataupun minum teh di pagi hari, siang dan sore.
Di beberapa wilayah Bekasi masih ada, salah satunya di Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, masih terlihat banyak pohon sukun yang tumbuh rindang di pinggir jalan dekat kobak petani atau warga.
Selain bisa untuk berteduh saat terik matahari, buah pohon sukun juga banyak dipetik dan diolah menjadi makanan. Nah, kalian penasaran kan dengan buah sukun ini. Berikut tentang buah sukun yang dirangkum infobekasi dari berbagai sumber.
Sukun ( Artocarpus altilis), buah tropis kaya manfaat, seringkali dipandang sebelah mata. Bentuknya yang unik, tekstur kulitnya yang kasar, dan aroma yang khas membuatnya kurang populer dibandingkan buah-buah lainnya. Namun, di balik penampilannya yang sederhana, sukun menyimpan kekayaan nutrisi dan potensi yang luar biasa. Mari kita telusuri lebih dalam tentang buah yang satu ini.
Sukun merupakan anggota keluarga Moraceae, kerabat dekat nangka dan cempedak. Buahnya berbentuk bulat hingga lonjong, dengan ukuran yang bervariasi, mulai dari sebesar kepalan tangan hingga sebesar bola sepak. Kulitnya kasar, berwarna hijau saat muda, dan berubah menjadi cokelat kekuningan saat matang. Daging buahnya berwarna putih kekuningan, dengan tekstur yang lembut dan berserat. Rasanya manis dan sedikit lengket, dengan aroma yang khas, yang bagi sebagian orang mungkin terasa sedikit menyengat.
Sukun bukan hanya lezat, tetapi juga kaya akan nutrisi. Ia merupakan sumber karbohidrat kompleks yang baik, memberikan energi berkelanjutan tanpa lonjakan gula darah yang drastis. Sukun juga mengandung serat yang tinggi, membantu pencernaan dan mencegah sembelit. Selain itu, sukun juga mengandung vitamin C, vitamin B kompleks, dan mineral seperti kalium dan magnesium.
Kegunaan sukun sangat beragam, yakni :
– Konsumsi Langsung: Sukun dapat dinikmati langsung setelah matang. Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut membuatnya cocok sebagai camilan sehat.
– Olahan Kuliner: Sukun dapat diolah menjadi berbagai macam hidangan, seperti kolak, bubur, dodol, keripik, dan bahkan tepung. Kreativitas dalam mengolah sukun sangatlah luas, sehingga dapat menjadi bahan dasar berbagai masakan yang lezat dan unik.
– Pakan Ternak: Sukun juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, terutama untuk hewan ruminansia. Kandungan nutrisinya yang tinggi dapat meningkatkan produktivitas ternak.
– Pengobatan Tradisional: Di beberapa daerah, sukun juga digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai macam penyakit, seperti diare dan disentri. Namun, hal ini perlu dikaji lebih lanjut secara ilmiah.
Pohon sukun mudah dibudidayakan di daerah tropis dan subtropis. Pohonnya dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 10-20 meter, dengan daun yang lebar dan hijau tua. Perbanyakan sukun dapat dilakukan melalui biji atau cangkok.
Jadi, buah sukun meski terkadang dianggap sebagai buah yang biasa, sebenarnya merupakan harta karun tropis yang kaya manfaat. Potensi sukun sebagai sumber pangan, pakan ternak, dan bahkan bahan pengobatan tradisional sangatlah besar.
Dengan semakin berkembangnya inovasi dalam pengolahan sukun, diharapkan buah ini dapat semakin dikenal dan diapresiasi oleh masyarakat luas. Mari kita lestarikan dan manfaatkan sukun secara optimal untuk kesejahteraan kita bersama.
Dede Rosyadi
#BuahSukun #infobekasi #Bekasi #Sukun








































