infobekasi.co.id – Gelang bukan sekadar aksesoris bagi masyarakat Betawi. Gelang ini terbuat dari akar pohon bahar, sejenis karang keras, banyak ditemukan di perairan tropis Indonesia. Gelang ini telah lama menjadi bagian dari budaya Betawi, tidak hanya sebagai hiasan, tetapi juga dipercaya memiliki nilai magis serta fungsi kesehatan.
Gelang bahar ini dibuat dari batang tumbuhan laut bernama bahar hitam atau bahar putih. Proses pengolahannya cukup sederhana, batang bahar dipotong, dibentuk melingkar sesuai ukuran tangan, lalu dipoles agar halus. Tidak jarang, gelang ini dibiarkan polos tanpa ukiran untuk mempertahankan kesan alami.
Dalam tradisi Betawi, gelang bahar biasa dipakai kebanyakan oleh kaum lelaki dan para ‘jagoan’. Ada anggapan bahwa gelang ini bukan hanya memperindah penampilan, melainkan juga memberikan perlindungan.
Masyarakat Betawi percaya bahwa gelang bahar memiliki kekuatan mistis. Dikutip dari berbagai sumber, gelang ini dipercaya masyarakat Betawi bisa menangkal gangguan makhluk halus, membawa keberuntungan, hingga memperkuat fisik pemakainya. Tidak sedikit pula mengaitkannya dengan pengobatan tradisional, karena dipercaya dapat melancarkan peredaran darah dan mengurangi pegal linu. Misalnya, beberapa orang menggosokkan gelang bahar pada bagian tubuh yang sakit untuk meredakan nyeri.
Kepercayaan ini membuat gelang bahar kerap dipakai oleh jawara Betawi di masa lalu. Jawara adalah tokoh Betawi yang dikenal sebagai pendekar atau pembela kampung. Mereka meyakini gelang bahar memberi kekuatan dan keberanian saat menghadapi lawan.
Selain unsur mistis, gelang bahar juga menjadi penanda identitas. Dalam beberapa acara budaya Betawi, terutama menampilkan pencak silat, gelang bahar kerap terlihat menghiasi tangan pesilat. Hal ini menegaskan posisinya sebagai simbol kekuatan sekaligus kebanggaan etnis Betawi. Gelang bahar sering menjadi bagian dari kostum tradisional dalam acara-acara seperti Lebaran Betawi atau pernikahan adat.
Bagi sebagian masyarakat, gelang bahar juga dianggap sebagai jimat yang diwariskan turun-temurun. Tidak jarang orang tua memberikan gelang ini kepada anaknya sebagai bentuk doa agar selalu sehat dan selamat.
Seiring waktu, gelang bahar tidak hanya dipandang dari sisi mistis, tetapi juga sebagai aksesori fesyen. Banyak perajin Betawi kini membuat gelang bahar dengan desain lebih modern, misalnya dikombinasikan dengan logam atau manik-manik agar terlihat elegan. Beberapa desain bahkan menggabungkan ukiran motif Betawi seperti ondel-ondel atau rumah kebaya.
Meski begitu, di pasar tradisional hingga acara budaya Betawi, gelang bahar tetap dijual dengan nuansa klasiknya. Para kolektor maupun wisatawan sering menjadikannya sebagai oleh-oleh khas Jakarta, khususnya dari perkampungan Betawi seperti di Condet atau Setu Babakan, bahkan Bekasi.
Gelang bahar menjadi salah satu warisan budaya memperkaya tradisi Betawi. Ia bukan hanya benda, tetapi juga simbol kepercayaan, identitas, sekaligus kearifan lokal yang melekat pada masyarakat Betawi.
Di tengah gempuran modernisasi, menjaga eksistensi gelang bahar berarti juga menjaga memori kolektif orang Betawi tentang siapa mereka dan bagaimana leluhur mereka hidup.
Dede Rosyadi
#GelangBahar #Infobekasi #Betawi






























