Revitalisasi Transmigrasi: Dari Pemindahan Penduduk ke Pusat Ekonomi Baru
Infobekasi.co.id – Program transmigrasi kini bertransformasi, bukan lagi sekadar relokasi penduduk dari area padat ke wilayah sepi. Pemerintah mengoptimalkannya sebagai instrumen strategis untuk membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru, memberdayakan komunitas lokal, serta menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul di berbagai pelosok luar Jawa.
Inisiatif ini mencakup penataan lahan komprehensif (Trans Tuntas), pemberdayaan masyarakat berkelanjutan (Translok), dan penguatan SDM melalui program Transmigrasi Patriot, yang semuanya dirancang untuk memacu pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi disparitas wilayah.
Dalam forum group discussion (FGD) bertema “Menjaga Persatuan dan Kesatuan di Wilayah Transmigrasi dalam Bingkai NKRI” diselenggarakan oleh Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI), terungkap bahwa pendekatan ini dapat menjadi model efektif untuk pembangunan Indonesia di masa depan.
Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Transmigrasi, Kementerian Transmigrasi RI, Dr. Sigit Mustofa Nurudin, menegaskan bahwa transmigrasi memainkan peran krusial dalam memelihara persatuan di tengah keberagaman.
“Transmigrasi adalah cerminan Indonesia yang kaya akan latar belakang suku dan agama, namun tetap mampu bersatu padu,” ujar Dr. Sigit Mustofa Nurudin di Jakarta, Kamis, 11 September 2025.
Sigit menekankan bahwa paradigma transmigrasi telah bergeser secara signifikan. Fokusnya kini tidak hanya pada pemindahan penduduk, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan, pemerataan pembangunan, dan pengembangan kawasan ekonomi baru berkelanjutan. Program ini juga mengedepankan kebutuhan spesifik daerah serta kolaborasi antarwilayah, bukan sekadar pengiriman penduduk secara massal.
“Jadi, pendekatan yang kami lakukan sekarang adalah berdasarkan kebutuhan daerah dan kerja sama antarwilayah, bukan lagi sekadar mengirim-ngirim penduduk,” pungksnya.

