Infobekasi.co.id – Para murid/pelajar USB SMPN 62 Medan Satria, Kota Bekasi, merasa cemas dengan kondisi bangunan sekolah yang rusak dan memprihatinkan. Nur Abidah, siswi kelas 9B, mengaku pernah mengalami kejadian plafon kelas ambruk saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sedang berlangsung.
“Kami cemas, karena waktu itu pernah ambruk dan hampir mengenai seseorang,” ujar Nur Abidah saat ditemui awak media di USB SMPN 62, Kamis, 9 Oktober 2025.
Selama hampir tiga tahun belajar di gedung ini, suasana KBM menjadi tidak nyaman dan mengganggu konsentrasi. Ia juga mengeluhkan tidak adanya pendingin ruangan seperti AC atau kipas angin, yang membuat ruang kelas menjadi pengap.
“Kurang nyaman, panas sekali. Tidak ada kipas angin, padahal murid di kelas ini ada 49 orang, jadi panas sekali,” keluhnya.
Menurutnya, kondisi bangunan sudah lama, sehingga banyak kerangka seperti plafon dan kayu penyangga yang rapuh dan keropos. Akibatnya, ruang kelas menjadi rembes saat hujan.
“Iya, rembes. Setiap hari Senin kami piket membersihkan air karena banjir di lantai, sehingga mengganggu KBM,” beber Nur Abidah.
Ia berharap, pihak Pemerintah Kota Bekasi dan Dinas Pendidikan segera membangun gedung baru untuk sekolah USB SMPN 62 ini.
“Kami sangat ingin sekolah baru, karena gedung ini sudah tidak layak,” ucap Nur Abidah dengan penuh harap.
Siswa lain dari kelas 8B, Nadila Aida, mengungkapkan, bahwa kondisi sekolahnya sangat terbatas, bahkan sebelumnya tidak tersedia meja belajar, sehingga mereka harus belajar lesehan. Pada Kamis pagi kelasnya baru diisi kursi dan meja bekas.
“Kelas saya bersebelahan dengan toilet. Air sering rembes dan becek dari kamar mandi. Kami belajar tanpa meja dan kursi, dan saat ujian sangat melelahkan, karena harus lesehan,” keluh Nadila di ruangan kelas terasbut.
Reporter : Fahmi
Editor : D. Rosyadi






























