Dari Panggung TV ke Konten Digital, ‘Peluang Emas’ Berdakwah di Era Medsos

Infobekasi.co.id, – Di era dakwah yang semakin beragam bentuknya, sosok Ahmad Syafiuddin Bin Abdulloh atau yang dikenal sebagai Da’i Dani Aksi muncul sebagai salah satu pendakwah yang mampu menyatukan antara kemampuan berbicara di panggung dengan sentuhan dakwah intertaiment.

Perjalanan kemampuan dakwah Dani, pertama kali berdakwah di acara kenaikan kelas sekolah dasar, hingga ikut kontes Da’i di beberapa stasiun televisi, menjadikan Ia sosok dikenal luas melalui layar kaca, bukan hanya cerita keberhasilan, tetapi juga dedikasi untuk membawa dakwah menjadi solusi bagi kehidupan sehari-hari.

Lahir pada 8 Desember 1979 di Karang Tengah, Kabupaten Bekasi, Dani tumbuh di lingkungan keluarga agamis, yang menjadikan ilmu dan dakwah sebagai bagian tak terpisahkan dari hidup. Mayoritas anggota keluarganya berprofesi sebagai guru dan pendakwah, menanamkan nilai, bahwa menyampaikan pesan agama bukan sekadar tugas, melainkan cara untuk memengaruhi perubahan positif.

“Dari kecil hingga beranjak dewasa, saya melihat bagaimana orang tua dan saudara-saudara saya berbagi ilmu dengan penuh kasih. Dari situlah saya belajar bahwa berdakwah itu harus menyentuh hati, bukan hanya memenuhi telinga,” ujarnya, saat wawancara khusus, di Ujung Harapan, Kabupaten Bekasi, Senin (29/12/2025).

Pengalaman pertama kali berdakwah ketika masih di Kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah (setara Sekolah Dasar) menjadi titik awal yang membakar gairahnya. Meskipun masih muda, Dani merasakan kepuasan luar biasa ketika bisa menyampaikan pesan dan melihat respon positif dari pendengarnya.

Tahun 2005 menjadi tonggak penting dalam perjalanan dakwahnya. Ustadz Dani mengikuti ajang Audisi Dai TPI dan masuk 20 besar dari sekitar 4.000 peserta, bahkan melaju hingga tahap final. Kesuksesan ini mengokohkan keyakinannya, bahwa dakwah adalah panggilan hidupnya.

Setelah itu, kiprahnya semakin meluas melalui berbagai ajang televisi, antara lain sebagai Finalis Aksi Indosiar 2013, Finalis Berbalas Kultum Kompas TV 2014, dan kembali menjadi Finalis Dai TPI pada 2022. Namun, popularitas yang didapat tidak membuatnya melupakan esensi dakwah.

“Panggung televisi dan acara kompetisi adalah sarana untuk menjangkau lebih banyak orang, bukan untuk mencari nama terkenal. Setiap kesempatan saya gunakan untuk menyampaikan pesan yang bermanfaat,” jelas pria yang wajahnya mirip dengan Ahmad Dani personel Band Dewa 19 tersebut.

Menurut Dani, dakwah harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman agar tetap relevan. Di era digital saat ini, Ia menekankan, pentingnya memahami karakter audiens dan menggunakan strategi penyampaian yang sesuai.

“Pendekatan untuk ibu-ibu yang fokus pada masalah keluarga tentu berbeda dengan remaja yang menghadapi tantangan teknologi dan hubungan sosial. Kita harus tahu siapa yang kita ajak bicara agar pesan sampai dengan tepat,” ujarnya.

Media sosial juga dianggapnya sebagai peluang emas untuk memperluas jangkauan dakwah, selama dilakukan dengan otentik dan sesuai dengan ajaran agama. Meskipun sering menghadapi tantangan, mulai dari rasa grogi di awal karir hingga tuntutan dari jamaah yang selalu menginginkan kehadirannya, Ia tetap menjalankan amanah dengan penuh kesabaran.

“Suka dan duka adalah bagian dari perjalanan. Meski terkadang merasa lelah, tapi ketika melihat manfaat yang diberikan kepada umat, semua rasa capek hilang dengan sendirinya,” katanya, dengan senyum hangat.

Bagi generasi muda yang ingin terjun ke dunia dakwah, Dani memiliki pesan, yakni kembali pada tujuan utama dakwah yaitu ta’muru bil ma’ruf wa nahi anil munkar (menyuruh kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan).

“Jangan sampai dakwah digunakan sebagai sarana untuk mencari popularitas atau kepentingan pribadi. Yang paling penting adalah niat yang tulus dan kesungguhan untuk membawa kebaikan bagi sesama,” ujarnya sebagai nasehat.

Dengan jejak perjalanan yang penuh dedikasi, semangat juang pantang menyerah dan lelah, Dani membuktikan, bahwa dakwah yang menyentuh hati dan memberikan solusi nyata akan selalu mampu menginspirasi umat, termasuk anak muda.

(Muhammad Razqa Alifsyah)

Editor: Dede Rosyadi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini