Infobekasi.co.id – Kondisi Jalan Raya Pondok Ungu Permai (PUP), tepatnya di Blok BB1 RT 13/RW 10, Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Kamis (1/1) dikeluhkan oleh pedagang, pengendara, dan warga sekitar. Jalan yang berlubang dan tidak rata dinilai membahayakan, terutama saat hujan dan malam hari.
Kerusakan jalan diduga akibat sering dilintasi kendaraan berat seperti mobil truk dan bus. Selain itu, perbaikan yang dilakukan selama ini hanya bersifat tambal sulam, sehingga jalan cepat kembali rusak.
Pedagang di sekitar lokasi mengaku kondisi jalan rusak berdampak langsung terhadap aktivitas jual beli. Akses yang sulit dan kondisi jalan yang tidak nyaman membuat pembeli enggan berhenti.
“Berdampak banget, pembeli jadi berkurang karena susah buat parkir. Jalan rusak ini cuma ditambal-tambal saja,” ungkap Jun (38), penjual handphone di lokasi, saat diwawancarai, Kamis (1/1).
Ia menambahkan, kendaraan besar kerap melintas di jalan tersebut dan memperparah kondisi jalan. “Kebanyakan bus, termasuk bus pariwisata, sering lewat sini,” ungkap Jun.
Bukan hanya Jun, persoalan jalan rusak ini juga dikeluhkan Joni (64), yang bekerja di bengkel tepat di depan jalan yang rusak tersebut, Ia menilai perbaikan jalan selama ini tidak pernah dilakukan secara maksimal.
“Ini cuma ditambal-tambal doang, kalau hujan rusak lagi. Enggak pernah dicor benar-benar,” ujar Joni.
Menurutnya, kondisi jalan berlubang kerap menyebabkan pengendara terjatuh, terutama saat hujan. “Sering ada yang jatuh, apalagi orang yang enggak tahu kondisi jalan sini. Kalau hujan lubangnya enggak kelihatan,” beber Joni.
Warga sekitar, Tri (34), mengungkapkan, bahwa kerusakan jalan Pondok Ungu Permai ini telah terjadi sejak tahun 2010 dan belum ada perbaikan menyeluruh hingga hari ini. Mereka hanya bisa berharap, pemerintah setempat agar bergerak turun membenahi jalan rusak tersebut.
“Dari sekitar tahun 2010-an jalan ini sudah rusak. Yang dicor cuma sampai blok tertentu, jalur utamanya malah dibiarkan,” keluh Tri.
Lebih jauh Tri mengunkapkan, belum lama ini ada pengendara motor yang kecelakaan, jatuh akibat lubang jalan ini. “Kemarin ada motor jatuh karena lubang, untung pakai helm,” ujarnya.
Ada lagi penuturan warga lainnya, Rahma (20) menyebut, kerusakan jalan semakin parah akibat kendaraan berat yang kerap melintas. “Setiap hari banyak truk lewat sini. Jalannya cuma ditambal sedikit-sedikit, jadi cepat rusak lagi,” kata Rahma.
Ia menyebut, kerusakan jalan sudah berlangsung lama dan semakin parah akibat kendaraan berat yang kerap melintas. “Setiap hari banyak truk lewat sini. Jalannya cuma ditambal sedikit-sedikit, jadi cepat rusak lagi,” ujar Rahma (20), warga RT 13.
Mei (29), pengendara yang kerap melintas juga angkat bicara, Ia harus lebih berhati-hati saat melintasi Jalan Raya Pondok Ungu Permai, tersebut. Terlebih saat malam hari dalam kondisi lubang jalan tergenang air hujan.
“Jalannya berlubang dan tidak rata, jadi harus pelan-pelan. Kalau hujan malam hari makin bahaya, karena lubangnya ketutup air,” kata Mei.
Bahaya jalan rusak itu diperkuat oleh pengendara lainnya bernama Indah (37), Ia bahkan menambahkan, kondisi jalan licin dan rawan kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.
“Kalau hujan licin, banyak lubang kecil, tapi dalam. Pernah hampir jatuh, karena roda depan masuk lubang,” tandasnya.
(Devita)
Editor : Deros








































