Gus Ipul Buka Suara Soal Ketidaksinkronan Data Sekolah Rakyat dan Dapodik

Infobekasi.co.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengakui masih ada kendala proses sinkronisasi data Sekolah Rakyat dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang dikelola Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen). Kondisi ini dinilai wajar, lantaran Sekolah Rakyat merupakan program rintisan pemerintah.

“Karena Sekolah Rakyat baru rintisan, baru awal sekali, baru pertama kali diselenggarakan, ya memang ketidaksinkronan dan ketidaksesuaian itu masih ada,” ujar Saifullah Yusuf di Bekasi Barat, Rabu (4/2).

Dari total 166 titik Sekolah Rakyat yang tersebar di Indonesia, proses integrasi data dilakukan secara bertahap. Saat ini, integrasi telah memasuki tahap ketiga, mencakup 66 titik, sementara 100 titik lainnya telah rampung pada tahap pertama dan kedua.

“Yang 100 sudah selesai duluan. Untuk tahap ketiga ini, kami meminta para operator data di Sekolah Rakyat membantu memenuhi persyaratan terkait data guru, siswa, tenaga kependidikan, hingga kelembagaan sekolah,” jelasnya.

Gus Ipul menjelaskan, meski mengikuti standar umum, Sekolah Rakyat memiliki perbedaan spesifik seperti sistem berasrama serta tambahan pendidikan karakter dan kegiatan ekstrakurikuler.

“Kurikulum formalnya sama. Hanya saja kami menambah sistem berasrama, pendidikan karakter di sore hari, dan ekstrakurikuler. Karena itu, data guru dan murid perlu benar-benar tersambung dengan Dapodik,” ujar Saifullah Yusuf.

Mengenai kendala ketidaksinkronan tersebut, Kemensos terus melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian terkait. Ia menilai integrasi data akan semakin membaik seiring peningkatan kompetensi operator di lapangan.

“Kami terus berkoordinasi dengan Dikdasmen, KemenPAN-RB, dan BKN agar kendala ini bisa segera diatasi,” pungkasnya.

(Fahmi/Deros)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini