Infobekasi.co.id – Bulan puasa Ramadan telah tiba, salat tarawih menjadi salah satu rutinitas ibadah selama Ramadan. Ibadah sunah ini yang hanya dikerjakan pada malam hari. Umat Islam dianjurkan melaksanakannya setelah salat Isya hingga sebelum terbit fajar, baik secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah.
Para ulama menjelaskan, tata cara salat tarawih pada dasarnya sama seperti salat sunah lainnya, mulai dari niat hingga salam. Yang membedakan adalah jumlah rakaat serta pelaksanaannya yang dilakukan berulang dengan jeda istirahat.
Salat Tarawih dilaksanakan setelah salat Isya dan biasanya ditutup dengan salat Witir sebagai penutup salat malam. Waktunya berlangsung sejak selesai Isya sampai menjelang Subuh.
Jumlah rakaat Tarawih tidak tunggal. Dalam praktiknya terdapat beberapa pendapat, yakni, ada yang melaksanakan sebanyak 8 rakaat + 3 rakaat Witir. Ada juga 20 rakaat + 3 rakaat Witir.
Berikut langkah-langkah pelaksanaan salat Tarawih saat bulan Ramadan:
1. Niat dalam hati sesuai posisi sebagai imam, makmum, atau sendiri.
2. Takbiratul ihram sambil mengangkat tangan dan membaca doa iftitah (sunah).
3. Membaca Surah Al-Fatihah dilanjutkan surat pendek Al-Qur’an.
4. Rukuk, kemudian i’tidal.
5. Sujud pertama, duduk di antara dua sujud, lalu sujud kedua.
6. Berdiri untuk rakaat kedua dengan urutan yang sama.
7. Salam setelah dua rakaat, lalu mengulangi kembali hingga jumlah rakaat yang diinginkan.
Urutan gerakan tersebut sama dengan salat pada umumnya, hanya saja tarawih dilakukan berulang setiap dua rakaat satu salam.
Di antara setiap empat rakaat biasanya terdapat jeda istirahat sejenak yang dapat diisi dengan dzikir, shalawat, atau tausiah singkat.
Setelah Tarawih selesai, dianjurkan melaksanakan salat witir, dengan jumlah rakaat ganjil, biasanya tiga rakaat. Witir menjadi penutup salat malam sebagaimana anjuran Rasulullah SAW.
Editor : Dede Rosyadi








































