WFH: Dari Konsep Era 1970-an hingga Jadi Tren Kerja Modern

Infobekasi.co.id – Sistem kerja Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah kini telah menjadi bagian dari pola kerja modern di berbagai sektor. Meski populer sejak pandemi COVID-19, konsep ini sejatinya sudah diperkenalkan sejak puluhan tahun lalu.

WFH merupakan metode kerja yang memungkinkan karyawan menjalankan tugas tanpa harus hadir secara fisik di kantor. Aktivitas pekerjaan dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital seperti internet, email, dan aplikasi konferensi video.

Berawal dari Krisis Energi

Konsep kerja jarak jauh pertama kali diperkenalkan pada tahun 1970-an oleh ilmuwan asal Amerika Serikat, Jack Nilles. Ia mencetuskan istilah telecommuting sebagai solusi untuk mengurangi mobilitas pekerja di tengah krisis energi global.

Pada masa itu, lonjakan harga bahan bakar akibat krisis minyak mendorong pemikiran untuk mengurangi perjalanan ke kantor. Dari sinilah ide bekerja dari rumah mulai berkembang, meski masih terbatas pada kajian dan eksperimen.

Mulai Diterapkan Perusahaan Besar
Memasuki era 1980-an hingga 2000-an, sejumlah perusahaan mulai mengadopsi sistem kerja jarak jauh. Perkembangan teknologi komputer dan internet menjadi faktor utama yang mendukung implementasi WFH.

Perusahaan teknologi seperti IBM menjadi salah satu pelopor penerapan kerja fleksibel. Bahkan, sebelum pandemi, sebagian karyawan perusahaan tersebut telah bekerja secara remote. Meski demikian, pada periode ini WFH belum menjadi tren utama dan hanya diterapkan di sektor tertentu yang berbasis teknologi.

Meluas Saat Pandemi COVID-19

WFH mulai diterapkan secara masif di seluruh dunia saat pandemi COVID-19 melanda pada tahun 2020. Pembatasan aktivitas dan kebijakan jaga jarak memaksa perusahaan dan instansi pemerintah mengubah sistem kerja mereka.

Di Indonesia, pemerintah mulai memberlakukan kebijakan kerja dari rumah sejak Maret 2020 guna menekan penyebaran virus. Sejak saat itu, penggunaan platform digital seperti Zoom, Google Meet, dan berbagai aplikasi kolaborasi meningkat pesat.

Mengubah Pola Kerja

Penerapan WFH membawa perubahan signifikan dalam dunia kerja. Selain mempercepat transformasi digital, sistem ini juga memberikan fleksibilitas bagi pekerja dalam mengatur waktu dan lokasi kerja.

Namun, sejumlah tantangan juga muncul, seperti batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi yang semakin kabur, hingga kendala komunikasi dalam tim.

Menuju Sistem Hybrid

Memasuki era pasca-pandemi, banyak perusahaan tidak sepenuhnya meninggalkan WFH. Sebagai gantinya, muncul sistem kerja hybrid yang menggabungkan kerja dari kantor dan rumah.

Model ini dinilai mampu menjaga produktivitas sekaligus memberikan fleksibilitas bagi pekerja. Selain itu, WFH juga dianggap dapat membantu mengurangi kemacetan dan konsumsi energi.

Editor : Dede Rosyadi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini