Infobekasi.co.id – Industri motorsport di Indonesia kini semakin menunjukkan wajah barunya. Tidak lagi dilihat sekadar sebagai kegiatan olahraga, sektor ini telah berkembang menjadi ekosistem ekonomi kreatif yang kompleks, terstruktur, dan memiliki dampak ekonomi yang luas.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan,di balik aksi di lintasan, terdapat rantai nilai industri yang panjang dan saling menguatkan.
“Motorsport hari ini bukan hanya soal balapan. Di balik satu mobil yang tampil di lintasan, ada rantai ekonomi yang panjang, mulai dari desain visual, produksi merchandise, aktivasi brand, hingga konten digital yang dikonsumsi publik,” ujarnya, dalam acara peluncuran Tim Dewa United Motorsports musim 2026, beberapa waktu lalu.
Menurut Menteri Riefky, industri motorsport telah menjadi contoh nyata bagaimana ekonomi kreatif bekerja secara terintegrasi, bukan lagi sektoral. Konsep sportainment hadir sebagai the new engine of growth yang mampu menciptakan multiplier effect nyata, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga perputaran uang di berbagai subsektor.
Perkembangan industri ini semakin nyata dengan ekspansi yang dilakukan oleh tim balap nasional. Dewa United Motorsports misalnya, kini memperluas partisipasinya ke enam divisi berbeda, mulai dari slalom, gokart (mesin dan elektrik), drift, touring, sprint, hingga rally.
Langkah ini menegaskan bahwa industri motorsport Indonesia semakin terorganisir dan kompetitif. Hal ini sekaligus membuka peluang besar bagi pelaku usaha kreatif di bidang pendukung, seperti modifikasi otomotif, desain livery, produksi acara, hingga pembuatan konten digital.
Merespons hal tersebut, pemerintah juga telah memasukkan subsektor modifikasi otomotif ke dalam Master Plan Ekonomi Kreatif Nasional sebagai upaya memperkuat fondasi industri ke depannya.
CEO Dewa United Motorsports, Muliana Saleh, menyatakan komitmennya untuk tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga membangun ekosistem industri yang kuat.
“Kami ingin menjadi bagian dari pertumbuhan industri ini, bukan hanya sebagai tim balap, tetapi sebagai ekosistem yang mendorong lahirnya talenta dan peluang bisnis baru,” tegasnya.
Sementara itu, Sekjen KONI Pusat, Lukman Djajadikusuma, menilai potensi motorsport di Indonesia sangat besar dan membutuhkan dukungan kolaborasi lintas sektor (hexahelix) agar bisa berkembang maksimal, baik dari sisi prestasi maupun industri.
Dengan dukungan pemerintah dan sinergi berbagai pihak, industri motorsport diharapkan terus tumbuh menjadi salah satu penggerak ekonomi baru yang berkelanjutan bagi Indonesia.
#MotorSport #infobekasi #Otomotif #Bekasi
Editor: Dede Rosyadi






























