Transformasi Sekolah Unggulan: Sekolah Maung Tak Pakai Zonasi, Seleksi Berbasis Rapor dan TKA

infobekasi.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan resmi memperkenalkan “Sekolah Maung” sebagai upaya transformasi sekolah unggulan. Berbeda dengan sekolah reguler, Sekolah Maung akan memprioritaskan jalur prestasi secara penuh pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 dijadwalkan dimulai lebih awal, yakni 25-29 Mei 2026.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Purwanto, menegaskan bahwa sekolah kategori ini tidak akan menerapkan sistem zonasi.

“Untuk Sekolah Maung, SPMB-nya dimulai lebih dulu dan tidak ada lagi jalur domisili seperti di sekolah reguler,” ujarnya saat Kick Off SPMB Jabar di Arcamanik, Bandung, Senin (18/5).

Program ini bertujuan menghidupkan kembali reputasi sekolah negeri sebagai pilihan utama siswa berprestasi.

“Kita ingin mengembalikan sekolah-sekolah yang dulu dibanggakan menjadi kebanggaan lagi bagi masyarakat dan menjadi alternatif untuk mereka yang berprestasi agar bisa dilayani dengan baik di sekolah negeri,” ujarnya.

Selain mengejar prestasi, Sekolah Maung membawa misi inklusivitas untuk membantu siswa cerdas dari ekonomi lemah agar tidak kalah bersaing dengan siswa yang memilih sekolah swasta mahal.

Terkait mekanisme seleksi, Sekolah Maung dan sekolah reguler kini tidak lagi menggunakan tes tambahan, melainkan mengacu pada nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

“Sekarang menggunakan rapor dan TKA, jadi tidak ada tes lagi,” jelas Purwanto.

Sebanyak 41 sekolah telah ditetapkan pada tahap awal berdasarkan usulan cabang dinas dan hasil verifikasi lapangan.

Sekolah di Bekasi yang ditetapkan jadi Sekolah Maung, yakni SMAN 1 Bekasi (Kota Bekasi), SMAN 2 Tambun Selatan (Kabupaten Bekasi), dan SMKN 2 Kota Bekasi.

(dpr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini