Polisi Selidiki Penyebab Meninggalnya WNA Asal Korsel di Tambun

Infobekasi.co.id – Seorang pria lanjut usia warga negara asing (WNA) asal Korea Selatan berinisial SBC ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Kampung Buaran RT 04 RW 02, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 27 Mei 2026.

Menanggapi kejadian tersebut, Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuryanti, membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menjelaskan alur penemuan korban berdasarkan laporan yang diterima pihaknya.

“Yang bersangkutan pertama kali ditemukan oleh putrinya pada pukul 15.00 WIB, saat itu almarhum ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di dalam rumah,” ujar  Kompol Wuryanti saat dikonfirmasi awak media, Kamis (28/5/2026).

Guna mengungkap kejelasan duduk perkara, pihak kepolisian bergerak mengumpulkan berbagai keterangan dari pihak-pihak terlibat maupun mengetahui kejadian. Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sejumlah orang, mendalami informasi terkait latar belakang dan kemungkinan penyebab kejadian tersebut.

“Saksi-saksi yang sudah kami mintai keterangannya berjumlah 6 orang. Kami gali informasi dari mereka untuk mengetahui motif dan kronologi lengkap kejadian ini,” jelasnya.

Lebih jauh Kompol Wuryanti menambahkan, penanganan kasus ini dilakukan dengan prosedur lengkap dan melibatkan pihak terkait, mengingat status korban sebagai warga negara asing. Saat ini, jenazah almarhum sedang dalam proses pemeriksaan mendalam atau otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kepergiannya. Langkah ini telah mendapat persetujuan resmi.

“Saat ini jenazah sedang dilakukan otopsi. Sebelumnya, tim penyidik sudah berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Republik Korea. Kami juga sudah meminta dan mendapatkan persetujuan baik dari perwakilan negara maupun dari keluarga korban untuk pelaksanaan pemeriksaan tersebut,” tuturnya.

Keterangan dari warga sekitar melengkapi gambaran mengenai kejadian dan sosok korban. Iyan (24), warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi, mengaku sangat terkejut saat melihat kediaman korban mendadak dikerumuni banyak orang pada Rabu sore.

“Saya lihat kondisinya sudah ramai sekali. Dari percakapan warga di lokasi, dikabarkan bapak pemilik rumah itu sudah meninggal,” cerita Iyan.

Berdasarkan informasi berkembang di lingkungan sekitar, jenazah korban ditemukan berada di ruang makan rumahnya dengan kondisi terdapat luka di sejumlah bagian tubuh. Benar seperti keterangan polisi, kabar yang beredar menyebutkan bahwa anak korbanlah pertama kali menemukan keberadaan jenazah tersebut saat berkunjung ke rumah ayahnya.

“Informasi yang saya dapat dari warga lain, anaknya yang pertama kali masuk dan menemukan almarhum di dalam,” ujar Iyan.

Meski demikian, Iyan mengaku tidak mengetahui secara pasti apa yang sebenarnya terjadi dan apa penyebab kepergian korban. Namun, berbagai cerita yang terdengar di masyarakat menyebutkan adanya dugaan adanya tindak kekerasan yang menimpa korban sebelum berpulang.

“Saya sendiri kurang tahu pasti kejadiannya seperti apa. Tapi informasi yang beredar di antara warga, dikabarkan ada indikasi tindak kekerasan,” tuturnya.

Dikenal oleh tetangga sekitar, korban diketahui sudah cukup lama menetap di lingkungan tersebut dan menjalani kesehariannya seorang diri. Meski demikian, sosok korban dikenal sebagai pribadi yang sangat baik dan ramah kepada siapa saja. Hanya saja, interaksinya dengan warga sekitar memang tidak terlalu intens karena korban dikenal lebih banyak berdiam diri di dalam rumah dan jarang keluar untuk bergaul.

“Beliau sudah lama tinggal di sini, dan memang tinggal sendiri di rumah itu. Orangnya baik, sangat baik sekali. Hanya saja beliau memang jarang keluar rumah, jadi tidak terlalu banyak berinteraksi dengan kami warga sekitar,” ungkap Iyan menceritakan kebiasaan dan karakter korban.

Saat ini, proses penyelidikan masih terus berjalan hingga ditemukan kejelasan penyebab dan kronologi lengkap peristiwa yang menyedihkan ini.

(Fahmi/DR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini