Infobekasi.co.id – Ruas Jalan Inspeksi Kalimalang, kawasan Bekasi Selatan, tergenang air cukup besar yang diduga kuat akibat adanya kebocoran pipa distribusi air bersih. Lingga, Humas Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Patriot, menjelaskan bahwa laporan terkait kebocoran ini sudah diterima pihaknya sejak Senin, 25 Mei 2026, lalu.
Menurut penjelasannya, pipa yang mengalami kerusakan tersebut merupakan instalasi lama yang dulunya merupakan jaringan peralihan dari Balai Besar, dan kini telah dialihfungsikan menjadi jalur distribusi Perumda Tirta Patriot untuk melayani kebutuhan air bersih warga Bekasi Selatan dan sekitarnya. Pipa tersebut memiliki diameter cukup besar, yakni 500 milimeter.
“Memang ada kebocoran. Pipa ini dulunya adalah pipa peralihan yang melayani aliran dari Rawa Tembaga hingga ke pelanggan di Bekasi Selatan. Indikasinya pipa yang bocor ini berdiameter 500 milimeter,” ungkap Lingga saat dikonfirmasi awak media, Jumat (29/5/2026).
Tim teknis pun segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan. Namun, hingga kini lokasi pasti titik kebocoran belum juga ditemukan karena posisi jaringan pipa tersebut berada sangat jauh di bawah permukaan tanah.
“Kami sudah melakukan penanganan sejak tadi malam dan terus berupaya menggali hingga hari ini, namun titik pastinya belum ketemu. Kemungkinan besar posisi jaringan pipanya memang berada sangat dalam,” jelasnya.
Lingga menambahkan, pada malam hari sebelumnya aliran air masih tetap berjalan. Namun mulai hari ini, suplai air terpaksa dimatikan sepenuhnya untuk memudahkan proses pencarian titik kebocoran dan perbaikannya.
“Tadi malam aliran masih belum ditutup. Baru hari ini kami hentikan aliran suplai ke wilayah-wilayah yang terdampak untuk mendukung proses perbaikan,” ucapnya.
Dampak dari pemutusan aliran tersebut, sejumlah kawasan permukiman di Bekasi Selatan kini merasakan dampak kekurangan pasokan air bersih. Wilayah yang paling terdampak di antaranya kawasan Perumahan Galaxy serta sejumlah perumahan klaster di sekitarnya.
“Wilayah yang terdampak di Bekasi Selatan itu seperti kawasan Galaxy, lalu perumahan-perumahan klaster di dalam sana, semuanya terdampak pengurangan pasokan air,” tambahnya.
Guna memperlancar pekerjaan dan keamanan di lokasi, pihak pengelola air bersih pun telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi. Sebagian akses jalan harus ditutup total, sehingga arus lalu lintas dari arah Bekasi menuju Jakarta dialihkan untuk berputar balik di simpang kawasan Lagoon.
Adapun proses perbaikan ini diperkirakan akan memakan waktu sekitar lima hari kerja dan ditargetkan selesai sepenuhnya pada Selasa, 2 Juni 2026 mendatang.
“Estimasi pekerjaannya sekitar 5 hari, jadi rencananya selesai sampai tanggal 2 Juni nanti, semoga sesuai rencana. Karena posisi bocornya ada di tengah badan jalan, kami juga sudah mengurus surat izin penutupan jalan ke pihak Dishub demi kelancaran pekerjaan,” tutup Lingga.
(Fahmi/DR)





























