Jalan Bersejarah di Ujungharapan, di Balik Nama Pasar Ciplak
infobekasi.co.id – Jalan Pertigaan Pasar Ciplak Jumalang yang kini masuk wilayah Ujungharapan, Kabupaten Bekasi, sudah dikenal oleh warga sejak lama. Lokasinya yang berdekatan dengan Pesantren Attaqwa yang didirikan oleh Kyai Noer Alie turut membuat jalan ini semakin terkenal.
Meski bernama Pasar Ciplak, jangan heran jika saat melintas di sini tidak ditemukan pasar permanen. Yang ada hanyalah deretan toko, warung, dan pedagang jajanan yang biasanya mulai beroperasi menjelang sore. Tempat ini baru terlihat ramai layaknya pasar pada momen munggahan menjelang Idul Fitri dan Idul Adha.
Menurut keterangan beberapa warga Ujungharapan, secara turun temurun, nama “Pasar Ciplak” berasal dari fungsi pertigaan ini pada masa lalu. Dulunya, tempat ini menjadi titik strategis bagi pedagang musiman, sekaligus lokasi persinggahan warga dari berbagai kampung. Mereka beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke Kota Bekasi bahkan hingga Jakarta.
Kebiasaan warga yang mampir untuk makan, membeli minuman, atau sekadar jajan inilah yang menimbulkan keramaian. Keramaian dan aktivitas jual beli yang muncul secara berkala itulah yang kemudian oleh masyarakat disebut sebagai “pasar”. Meski begitu, hingga saat ini belum ada catatan resmi yang menjelaskan secara pasti asal-usul penamaannya.
Selain itu, pertigaan ini juga dulunya dikenal sebagai pangkalan angkot Koasi K 10 dengan rute perjalanan Ujungharapan-Bekasi.
(Ded)

