Skip to content

Akibat Dolar dan BBM Melonjak, Perbaikan Jalan Rusak di Kabupaten Bekasi Dibatasi

Infobekasi.co.id – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang masih tinggi dan berada di angka Rp17.857 membuat Pemerintah Kabupaten Bekasi perlu melakukan penyesuaian anggaran. Kedua faktor tersebut turut mendorong kenaikan harga bahan baku, terutama untuk keperluan pembangunan infrastruktur.

Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyampaikan, pihaknya sedang mempertimbangkan pengurangan volume pekerjaan infrastruktur. Saat ini, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menyusun rumus penyesuaian agar seluruh Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disepakati tidak menimbulkan temuan saat diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Karena harga BBM naik, otomatis hitungan dalam RAB pun tidak lagi sesuai. Misalnya anggaran yang semula cukup untuk kebutuhan 100 meter, kini hanya cukup untuk 80 meter. Harga semen, pasir, dan bahan lain semuanya ikut naik, sehingga berpengaruh langsung. Jika harga melonjak, maka yang pasti ada pengurangan volume pekerjaan,” ujar Asep dalam keterangan resminya di Cikarang Pusat, Selasa (23/6).

Asep mengakui, ada sedikit keterlambatan pada pelaksanaan pembangunan fisik. Meski demikian, ia menargetkan seluruh perangkat daerah, terutama yang menangani pekerjaan fisik  sudah dapat memulai pelaksanaan pada awal Juli 2026.

“Pada bulan Juli saya minta dipercepat, jangan sampai tertunda. Kalau volumenya berkurang tidak masalah, yang penting pembangunannya tetap berjalan,” tegasnya.

(Anto/ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *