Data Damkar: Januari‑Juni 2026, Evakuasi Ular Paling Banyak di Babelan‑Sukatani
Infobekasi.co.id – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 325 operasi penyelamatan sepanjang Januari hingga 23 Juni 2026. Dari ratusan laporan warga ini, evakuasi ular yang masuk ke kawasan pemukiman menjadi kasus terbanyak. Berdasarkan data yang ada, tercatat sebanyak 128 operasi khusus evakuasi ular dilakukan petugas.
Ketua Tim Penyelamatan Disdamkarmat Kabupaten Bekasi, Mayudi, menjelaskan, jenis yang paling sering dilaporkan adalah ular sanca, yang kerap menyelinap ke tempat‑tempat tak terduga di dalam rumah.
“Yang paling banyak kita evakuasi adalah ular sanca. Sebagian besar ditemukan di atas plafon maupun di kamar mandi warga,” ujar Mayudi saat dikonfirmasi, Selasa (23/6).
Meningkatnya kasus ini, menurutnya, dipicu kondisi cuaca ekstrem dan letak geografis wilayah. Luapan air sungai serta banjir membuat hewan tersebut berpindah mencari tempat yang lebih kering.
“Faktor utamanya adalah cuaca, terutama setelah terjadi banjir, mengingat wilayah Kabupaten Bekasi cukup sering terdampak genangan,” tambahnya.
Dari sejumlah kecamatan, Babelan dan Sukatani tercatat sebagai wilayah dengan frekuensi panggilan tertinggi, baik untuk evakuasi ular maupun penanganan sarang tawon. Kasus sarang tawon sendiri cukup signifikan, mencapai 121 kejadian. Puncaknya terjadi pada bulan April dengan 26 laporan, namun angkanya menurun tajam di bulan Juni menjadi hanya 12 kasus.
“Musim sangat berpengaruh, saat cuaca panas berlangsung terus‑menerus, laporan mengenai tawon pun berkurang,” terangnya.
Selain menangani satwa liar, tim juga menyelesaikan 49 kasus pelepasan cincin yang menjepit jari, serta 29 penanganan lain yang beragam. Contohnya mengambil kunci kendaraan yang jatuh ke saluran air, menurunkan pesawat drone yang tersangkut di atap gedung, hingga memotong bantalan besi yang menjepit alat vital seorang pria berusia 45 tahun.
Mayudi mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan jangan bertindak sembarangan sendiri. Langkah terbaik adalah segera menghubungi petugas pemadam kebakaran terdekat untuk penanganan aman.
(Aris/ded)

