Bukan Sekadar Wadah Bekal, Ini Makna Rantang dalam Tradisi Warga Bekasi
Infobekasi.co.id – Sebagian orang, rantang hanya dianggap wadah makanan bersusun untuk membawa bekal. Namun bagi masyarakat Bekasi, khususnya warga suku Betawi, benda sederhana ini menyimpan nilai kenangan, tata krama, dan ikatan kekeluargaan yang mendalam.
Sri, warga Bekasi Timur yang lahir dari keluarga asli Bekasi, mengaku awalnya hanya mengetahui rantang sebagai wadah makan biasa. Ia baru terkejut dan paham maknanya setelah mendengar penjelasan soal tradisi rantang di Bekasi.
“Saya kira hanya tahu ini wadah taruh lauk dan nasi saja. Kalau kebiasaan orang Bekasi dulunya membawa rantang untuk apa, saya belum tahu secara mendalam,” ujar Sri yang bekerja di salah satu perhotelan di Bekasi, kepada infobekasi beberapa waktu lalu.
Sekedar informasi, rantang ini dirancang bersusun lengkap dengan pengunci dan gagang tenteng, agar berbagai hidangan bisa dibawa terpisah dalam satu genggaman. Ciri khasnya bergambar bunga-bunga.
Bagi warga Bekasi, rantang adalah lambang penghormatan dalam tradisi bernama Nyorog. Kebiasaan orang yang usia muda mengantarkan makanan kepada orang tua, mertua, atau tokoh masyarakat yang dituakan. Tradisi ini dilakukan menjelang Ramadan sebagai tanda permohonan maaf, serta menjelang Lebaran khususnya bagi pengantin baru sebagai wujud bakti kepada mertua.
Uniknya, rantang yang diantar tidak boleh dikembalikan kosong. Setelah isinya dipindahkan, orang tua atau mertua bakal mengisinya kembali dengan kue khas Bekasi seperti dodol, geplak, atau uli. Pertukaran ini bermakna sebagai tanda kasih sayang timbal balik dan pengikat erat hubungan kekeluargaan.
Hingga kini nilai luhur itu terus dijaga, bahkan pemerintah daerah dalam perayaan tahunan Lebaran Bekasi, di mana warga berarak membawa rantang dengan busana adat sebagai bukti kelestarian budaya setempat.
#infobekasi #budayabekasi #Rantang


