Skip to content

Jalan Tambun Sungai Angke Tarumajaya Rusak Parah, Jalur Alternatif Tak Berfungsi

infobekasi.co.id – Jalan Kampung Tambun Sungai Angke yang menghubungkan Desa Pahlawan Setia dan Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, kini kondisinya memprihatinkan. Jalan yang dulunya menjadi jalur alternatif strategis itu sering tidak bisa dilalui karena rusak parah dan kerap terendam banjir.

Badan jalan di banyak titik sudah berlubang dan aspal terkelupas, ditambah minim penerangan lampu jalan di malam hari. Saat musim hujan atau luapan sungai naik, air menggenangi jalan setinggi 30 sentimeter hingga 1,5 meter dan bisa bertahan berminggu-minggu.

Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa lewat, terutama di area depan Perumahan Villa Mutiara Mas. Pengendara terpaksa memutar jauh lewat Jalan Tarumajaya Raya yang padat, sementara warga perumahan itu kehilangan satu-satunya akses utama keluar lingkungan.

Dulu jalan ini dipakai warga untuk mempersingkat perjalanan antardesa menuju jalur utama Kota Bekasi tanpa harus berputar jauh. Kini fungsinya sering lumpuh total.

“Sebelum jalan ini rusak parah, warga sering lewat, pagi, siang dan malam tidak pernah sepi. Tapi saat ini, menjelang magrib sudah sepi. Apalagi penerangan lampu minim,” ujar Ade Mahzumi, warga setempat saat berbincang dengan infobekasi, Sabtu (4/7/26).

Masih kata Ade, rusak-nya jalan itu sudah beberapa tahun tidak diperbaiki menambah parah saat musim penghujan. Selain kontur aspal yang berlobang ditambah jalan tersebut berdampingan dengan kali, sehingga menambah rapuh aspal.

“Kalau musim hujan apalagi, jangan coba-coba lewat sini. Cuma pengendara yang bermental baja. Selain gelap juga banyak lobang yang bikin rusak kendaraan,” seloroh Ade yang mengaku hilir mudik tiap hari di jalan tersebut.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi mengakui Tarumajaya termasuk wilayah perbatasan pesisir yang butuh perhatian khusus. Melalui Kecamatan Tarumajaya, perbaikan jalan dan saluran air disebut jadi prioritas lantaran sangat menunjang mobilitas perekonomian warga. Pihak kecamatan terus mengajukan anggaran penanganan ke tingkat kabupaten.

Namun warga menilai penanganan berjalan lambat. Masalah utama bukan hanya di permukaan jalan, melainkan saluran air yang sudah rusak lama, gorong-gorong dangkal, saluran irigasi tersumbat endapan lumpur bertahun-tahun, sehingga air menumpuk di wilayah itu.

Warga dan tokoh masyarakat mendesak Pemkab Bekasi serta dinas terkait melakukan perbaikan menyeluruh, mulai dari pengerukan saluran hingga normalisasi air. bukan sekadar menambal jalan yang nanti cepat rusak lagi terkena banjir.

“Kita sebagai warga sini, terus-terusan minta perbaikan jalan. Manfaatnya bukan hanya warga sini saja, orang lain juga kan bisa lewat kalau jalan mulus dan rapih,” tandas Ade.

(ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *