Skip to content

Perjalanan The Three Lions: Dari Kutukan Penalti Hingga Peringkat Ketiga Dunia

Infobekasi.co.id – Keberhasilan tim nasional Inggris meraih peringkat ketiga Piala Dunia 2026 menorehkan lembaran baru dalam sejarah sepak bola mereka. Kemenangan dramatis 6-4 atas Prancis di laga perebutan tempat ketiga di Miami tidak hanya menghadirkan medali perunggu, melainkan menjadi puncak perjalanan panjang evolusi The Three Lions selama hampir satu abad di panggung dunia.

Berikut adalah rangkuman utuh yang dihimpun infobekasi dari berbagai sumber, perjalanan timnas Inggris dari perhelatan perdana hingga pencapaian juara tiga di Piala Dunia 2026.

Sebagai negara pencipta sepak bola modern, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) sempat memandang rendah turnamen internasional. Inggris memilih memboikot tiga edisi perdana Piala Dunia pada tahun 1930, 1934, dan 1938. Penyebabnya, perselisihan dengan FIFA terkait status pemain amatir.

Baru pada Piala Dunia 1950 di Brasil mereka bersedia berpartisipasi, namun keangkuhan itu langsung runtuh. Inggris tersingkir di fase grup, diwarnai kekalahan memalukan 0-1 dari tim amatir Amerika Serikat. Empat tahun kemudian di Swiss 1954, langkah mereka kembali terhenti di perempat final oleh Uruguay.

Inggris sempat terguncang pada edisi 1958 akibat Tragedi Kecelakaan Pesawat Munchen yang menewaskan sejumlah pilar utama tim nasional dari klub Manchester United. Setelah kembali gagal menembus semifinal pada 1962, momen terbesar akhirnya tiba saat Inggris menjadi tuan rumah Piala Dunia 1966.

Di bawah arahan manajer Alf Ramsey dan kapten Bobby Moore, Inggris meraih gelar juara dunia pertama dan satu-satunya hingga kini. Di Stadion Wembley, mereka mengalahkan Jerman Barat 4-2 lewat perpanjangan waktu. Laga ini tercatat dengan hat-trick Sir Geoff Hurst serta kontroversi “gol hantu” yang dikenang hingga saat ini.

Setelah kejayaan 1966, performa Inggris merosot tajam. Mereka gagal lolos kualifikasi pada dua edisi berturut-turut. Jerman Barat 1974 dan Argentina 1978.

Harapan kembali muncul pada Piala Dunia 1990 di Italia, di mana skuad asuhan Bobby Robson menembus semifinal. Namun di sinilah “Kutukan Penalti” dimulai. Inggris tersingkir oleh Jerman Barat lewat adu penalti dan puas di peringkat keempat. Nestapa berlanjut saat mereka kembali gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.

Memasuki milenium baru, Inggris melahirkan skuad berbakat yang dijuluki Generasi Emas, berisi nama-nama besar seperti David Beckham, Michael Owen, Steven Gerrard, Frank Lampard, hingga Wayne Rooney. Namun skuad ini kerap dihantui nasib kurang beruntung.

Pada edisi 1998, 2002, dan 2006, langkah Inggris selalu terhenti di fase gugur, baik akibat kartu merah krusial maupun kekalahan lewat adu penalti. Titik terendah terjadi pada Piala Dunia 2014 di Brasil, saat Inggris mencatatkan performa terburuk modern dengan langsung tersingkir di fase grup hanya setelah dua pertandingan.

Menyadari ketertinggalan taktik, FA merombak total sistem pembinaan di pusat pelatihan St George’s Park. Hasilnya mulai terlihat di era Gareth Southgate. Inggris mematahkan kutukan penalti dan finis keempat pada Piala Dunia 2018 Rusia, lalu menembus perempat final Qatar 2022.

Puncak kebangkitan terwujud pada Piala Dunia 2026 di bawah arahan pelatih baru Thomas Tuchel. Meski digagalkan Argentina di babak semifinal, Inggris tampil gemilang di Miami. Lewat penampilan luar biasa Jude Bellingham dan hat-trick Bukayo Saka, mereka menaklukkan Prancis dengan skor 6-4 dan membawa pulang medali perunggu.

Peringkat ketiga Piala Dunia 2026 kini menjadi pencapaian terbaik kedua timnas Inggris sepanjang sejarah, sekaligus prestasi tertinggi mereka dalam kurun waktu 58 tahun.

Foto: Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026.(X/@england)

(ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *