Nyambat Tahlilan, Tradisi Kebekasian yang Masih Terjaga Hingga Waya Gini
Infobekasi.co.id– Nyambat Tahlilan, salah satu kebiasaan yang masih sangat kuat terjaga di tengah masyarakat Bekasi hingga saat ini. Istilah “nyambat” sendiri berarti mengundang membacakan doa, tahlil, yasin, yang dilakukan di rumah orang yang telah meninggal dunia.
Biasanya dari tiga hari,tujuh hari. Nanti saat sudah 41 hari, sohibul hajat nyambat lagi, ngundang warga. Bagi mereka yang punya rezeki lebih, bisa menggelar 100 harian untuk mendoakan orang yang sudah meninggal, bahkan haul jika sudah genap satu tahun setelah kepergian almarhum atau almarhumah.
Tradisi ini umumnya dilaksanakan pada malam hari, usai magrib, atau setelah Isya, di mana warga berkumpul di kediaman seorang warga yang menggelar acara tahlilan tersebut. Warga duduk bersama di atas tikar atau karpet tanpa memandang kedudukan, mengenakan pakaian kokoh, sarung kain, peci, serta membawa tasbih, mencerminkan kesederhanaan dan kebersamaan warga Bekasi.
Selain sebagai wujud berduka dan permohonan rahmat bagi almarhum/almarhumah, Nyambat Tahlilan juga menjadi sarana mempererat persaudaraan dan menjaga silaturahmi antar tetangga.
Tradisi ini menjadi sebuah kearifan lokal masyarakat Bekasi yang menyatukan nilai agama dan budaya gotong royong dalam satu kegiatan yang terus dijaga hingga waya gini. Di tempat kalian apa masih ada tahilian ?
#Kebekasian #Tahlilan #Infobekasi


