Macet, Jalan Rusak, Kekeringan hingga Sampah, Tantangan Warga Bekasi
Infobekasi.co.id – Berdasarkan rangkuman berita dan laporan warga yang diterima Infobekasi.co.id hingga akhir Juli 2026, sejumlah persoalan masih menjadi topik pembicaraan dan keluhan yang dirasakan oleh warga Bekasi hampir saban hari.
Kemacetan yang terjadi di berbagai titik utama maupun jalan penghubung menguras waktu dan tenaga warga, yang berdampak langsung pada aktivitas sehari-hari. Tak kalah mengkhawatirkan, kondisi jalan rusak, berlubang, dan tidak rata tersebar di sejumlah ruas, membahayakan pengendara sekaligus sering menjadi salah satu penyebab bertambahnya kepadatan lalu lintas.
Di sisi lain, dampak musim kemarau panjang mulai terasa nyata, desa di lima wilayah Kabupaten Bekasi kini menghadapi keterbatasan pasokan air bersih, dengan lebih dari 17.000 warga terpaksa bergantung pada bantuan tangki air darurat. Di kawasan perkotaan sendiri, banyak warga masih melaporkan aliran air yang mati berhari-hari maupun kualitas yang kurang layak pakai.
Belum selesai di situ, tumpukan sampah yang masih sering ditemukan di pinggir jalan, bantaran kali, hingga saluran air tidak hanya mengganggu pemandangan dan kenyamanan, tetapi juga berisiko mengundang penyakit serta menghambat aliran air.
Pembakaran sampah ilegal masih kerap dijumpai di pinggir jalan raya, hingga di tengah permukiman penduduk, asap-nya berdampak pada kesehatan, penyakit ISPA hingga konflik antar tetangga.
Di tambah, kejahatan begal yang kerap menghantui warga saat pulang dan berangkat kerja melintasi jalan-jalan sepi rawan kejahatan, serta curanmor yang kian merajarela.
Keseluruhan persoalan ini masih menjadi pekerjaan rumah besar Pemerintah daerah dan instansi terkait yang penyelesaiannya sangat dinantikan oleh seluruh lapisan masyarakat. Yang paling utama kesadaran warga.
Menurut Anda, dari beberapa hal tersebut, mana yang paling mendesak untuk segera ditangani terlebih dahulu?.


