9 Kecamatan di Kabupaten Bekasi Darurat Air, Penanganan Terganjal Stok Toren
Infobekasi.co.id – Upaya penanganan dampak kekeringan yang meluas di Kabupaten Bekasi kini terganjal masalah ketersediaan tangki penampungan atau toren air. Meski armada penyalur air bersih terus dikerahkan, ribuan warga kesulitan menampung pasokan tersebut akibat minimnya fasilitas wadah penampungan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menegaskan, keberadaan toren di titik pemukiman menjadi kebutuhan paling mendesak saat ini. Tanpa wadah yang memadai, distribusi air bersih yang diangkut BPBD, PMI, maupun Perumda Tirta Bhagasasi tidak dapat diserap secara optimal oleh masyarakat.
“Kekurangan yang memang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini adalah toren. Kemarin kita baru mendapat bantuan empat unit toren dari PMI Pusat,” ujar Endin di Cikarang Pusat, Selasa (4/8/2026).
Masih kata Endin, rencananya akan ditambah lagi sepuluh unit toren guna memenuhi kebutuhan di lapangan.
“Insyaallah akan ditambah 10 toren lagi. Mudah-mudahan ini mendekati kecukupan kebutuhan wilayah,” imbuhnya.
Berdasarkan pemetaan BPBD, kekeringan telah meluas ke 15 kecamatan, 54 desa, dan 112 titik lokasi. Tak hanya pemukiman, sebanyak 3.002 hektare lahan pertanian juga terdampak.
Dari hasil rapat koordinasi, sembilan kecamatan dinyatakan berada dalam kondisi darurat air bersih, yang sebagian besar berada di wilayah Bekasi bagian Selatan, yakni, Cibarusah, Serangbaru, Bojongmangu, Cikarang Selatan, Pebayuran, Sukatani, Cabangbungin, Babelan, hingga Tarumajaya.
“Berdasarkan rapat kemarin, ada sembilan kecamatan dan 24 desa yang mengalami krisis air bersih. BPBD sendiri sudah rutin melakukan pendistribusian setiap harinya,” jelas Endin.
Guna mengoptimalkan penanganan, Sekda menginstruksikan seluruh perangkat daerah yang memiliki mobil tangki untuk melapor ke BPBD dan turut membantu pendistribusian. Pemerintah juga mengajak sinergi seluruh pihak, termasuk pelaku usaha, untuk turut menyelamatkan lahan pertanian yang terancam gagal panen.
“Saya mohon kepada seluruh perangkat daerah yang memiliki mobil tangki agar melapor ke BPBD untuk membantu pendistribusian air. Menyikapi ini tentu kita harus bergerak bersama-sama,” imbaunya.
(Ari/drs)


