Skip to content

Mengenal Karakteristik Lindi, Diduga Biang Kerok Aspal Licin di Jalur Narogong

Infobekasi.co.id – Tumpahan cairan hitam pekat berbau busuk di Jalan Raya Narogong menjadi licin dan memicu kecelakaan pengendara motor secara beruntun diduga kuat dari air lindi. Cairan ini merupakan hasil alami proses pembusukan sampah yang terbawa saat truk pengangkut sampah melintasin jalan yang dilalui.

Nah, apa itu lindi jika dibedah secara rinci?, lindi terbentuk saat air hujan atau cairan dari sampah basah meresap dan melewati tumpukan sampah. Selama mengalir, air ini menyerap zat organik, racun, logam berat, dan bakteri dari sampah yang membusuk.

Ciri khas lindi: berwarna hitam pekat, berbau sangat menyengat, teksturnya berminyak dan berlendir, sangat licin saat terkena permukaan jalan.

Sebelumnya, pada Selasa malam, 4 Agustus 2026, sepanjang ruas jalan dari Pangkalan 4 hingga Pangkalan 5 Jalan Raya Narogong arah menuju TPST Bantargebang, tercatat lebih dari 15 pengendara sepeda motor tergelincir dan jatuh dalam rentang waktu kurang dari dua jam. Beberapa pengendara mengalami luka ringan hingga memar, tidak ada korban jiwa.

Disinyalir, kondisi jalan yang licin terjadi lantaran sisa kerak lindi yang menetes dari truk sampah selama mengantre, kemudian mengering di aspal dan kembali mencair saat diguyur hujan ringan.

Menurut Aris Gunawan, warga Cikiwul, Bekasi, jalanan sebelumnya sudah tertutup kerak lindi kering lantaran lama tidak turun hujan. Saat diguyur hujan, jalan tersebut menjadi basaj dan licin.

“Begitu turun hujan sedikit saja, keraknya langsung lumer dan menyebar. Jalannya jadi licin seperti disiram minyak,” ujar Aris kepada infobekasi.

Melihat banyaknya korban jatuh, warga berinisiatif turun ke jalan memberi peringatan. Petugas Damkar kemudian dikerahkan menyiram mengepel (membersihkan) jalan menggunakan cairan pembersih agar aspal kembali kasar dan aman dilalui.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *