Skip to content

Simpang Asem Mustikajaya: Asal Nama Sekadar Pohon, Potret Perubahan Wajah 13 Tahun

Infobekasi.co.id – Nama Simpang Asem di Mustikajaya, Bekasi, sering dikaitkan dengan kisah masa lalu yang memiliki historis perjuangan. Namun, sejarawan Bekasi, Ali Anwar, menegaskan hal tersebut tidak benar.

“Enggak ada. Cuma pohon asem yang ditanam di perempatan jalanan,” tegas Ali Anwar saat kepada infobekasi, Jumat (7/8/26).

Nama itu semata-mata diambil dari ciri fisik pohon asam yang dulunya tumbuh di titik pertemuan jalan, bukan berkaitan dengan peristiwa penting, tokoh legendaris, atau tradisi khusus yang tercatat dalam sejarah.

Potret perubahan wajah di Simpang Asem pun terlihat sangat mencolok jika membandingkan kondisi pada tahun 2013 dengan tahun 2026 saat ini. Dulu didominasi suasana tenang dan asri, kini bertransformasi menjadi kawasan yang lebih padat dan modern.

Pada tahun 2013, pemandangan masih didominasi pohon besar yang rindang berdiri kokoh di pinggir jalan, menaungi bangunan rumah dengan atap genteng tanah liat yang tampak sederhana. Lalu lintas saat itu masih sangat sepi, hanya terlihat beberapa sepeda motor yang terparkir maupun melintas pelan.

Kini, pohon besar ikonik tersebut sudah tidak ada lagi. Di tempatnya berdiri tegak tugu yang diatasnya ada buah asem. Sebab itu, masyarakat menduga ada nilai historisnya, namun asumsi itu dibantah oleh Sejarawan Bekasi, Ali Anwar.

Bangunan bertingkat mulai menjulang di samping sisa bangunan lama yang masih berdiri. Jalan raya kini jauh lebih ramai dilewati berbagai kendaraan, sementara infrastruktur seperti tiang listrik, lampu penerangan jalan, dan tiang bendera sudah tertata lebih rapi.

Perubahan ini menggambarkan bagaimana laju pembangunan perlahan mengubah wajah wilayah, meski sisa-sisa jejak masa lalu masih bisa disaksikan di sela-sela bangunan baru.

(ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *