Skip to content

Pentingnya Sanitasi Lingkungan, Poltekkes Jakarta II Edukasi Warga Cegah Leptospirosis

Infobekasi.co.id – Program Studi Sanitasi Lingkungan Poltekkes Kemenkes Jakarta II menggelar edukasi pengendalian tikus dan pencegahan leptospirosis di wilayah RW 05, Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit yang penularannya erat berkaitan dengan kondisi sanitasi lingkungan.

Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap. Pada 7 Juli 2026, tim berkoordinasi dengan pengurus wilayah sekaligus memasang perangkap tikus.

Sebanyak 33 unit perangkap tikus didistribusikan ke 11 RT sebagai sarana pengendalian sekaligus media pembelajaran warga. Selanjutnya pada 10 Juli 2026, diadakan penyuluhan kesehatan di Musholla Nurul Hijroh RW 05.

Sekitar 60 peserta hadir, meliputi kader kesehatan, pengurus RW/RT, petugas Sanitarian Puskesmas Kebayoran Lama, perangkat kelurahan, serta warga setempat.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat yang menyampaikan dukungan pemerintah wilayah terhadap upaya peningkatan kesehatan masyarakat.

Pihak Puskesmas juga mengingatkan warga agar segera melaporkan dugaan kasus leptospirosis untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Warga mendapatkan materi lengkap mulai dari penyebab, cara penularan, faktor risiko, gejala, hingga langkah pencegahan leptospirosis.Tim juga mendemonstrasikan cara pemasangan perangkap tikus yang benar agar dapat diterapkan secara mandiri. Sesi tanya jawab berlangsung antusias seputar pengendalian tikus dan pengelolaan sanitasi lingkungan.

Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta dari 5,08 menjadi 5,31, atau naik sebesar 4,53 persen.

Data ini membuktikan edukasi yang dipadukan dengan praktik langsung efektif meningkatkan pemahaman warga.

Ketua tim pengabdian masyarakat menegaskan, pengendalian leptospirosis tidak cukup hanya dari sisi kesehatan, melainkan juga memerlukan peran aktif warga menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah dengan baik, serta mengurangi tempat persembunyian tikus.

Poltekkes Kemenkes Jakarta II berharap kegiatan ini menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara institusi pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam menekan risiko penyakit berbasis lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *