Bekasi, Benteng Pertama Pertahanan Republik Mempertahankan Kemerdekaan
Infobekasi.co.id – Sejarah mencatat Bekasi bukan sekadar wilayah penyangga Jakarta, melainkan garis pertahanan terdepan yang menjadi benteng pertama Republik Indonesia saat mempertahankan kemerdekaan.
Peran itu teruji sejak pasukan Sekutu mendarat di Jakarta awal September 1945, yang semula disambut untuk melucuti tentara Jepang, namun lambat laun terlihat berniat mengembalikan kekuasaan kolonial Belanda.
“Menjelang akhir tahun 1945, disepakati garis demarkasi pemisah wilayah. Jakarta berada di bawah kendali Sekutu, sehingga seluruh kekuatan bersenjata Republik baik tentara maupun rakyat mundur ke timur hingga Bekasi-Karawang, ke selatan hingga Bogor, dan ke barat hingga Tangerang,” ujar Ali Anwar, Sejarawan Bekasi saat berbincang dengan infobekasi, Minggu (16/8/26) lalu.
Batas pertahanan itu ditandai aliran sungai, dari Kali Cakung hingga Kali Bekasi, dengan larangan melintas sejauh dua kilometer dari garis batas.
“Artinya, Bekasi adalah wilayah paling depan yang menjaga Jakarta agar tidak kembali jatuh ke tangan penjajah,” jelas Ali Anwar.
Bekasi menjadi medan pengorbanan, ketika pesawat Sekutu jatuh di Rawa Gadel, Cakung pada awal Desember 1945, warga dan pejuang menangkap sekitar 25 awak pesawat.
“Permintaan agar tawanan dikembalikan justru memicu kemarahan pejuang Bekasi yang merasa tidak adil, rakyat sendiri hidup susah, sementara musuh diperintahkan diperlakukan dengan baik. Di bawah pimpinan Zakaria, para pejuang pun mengambil keputusan tegas,” kata Ali.
Pada 13 Desember 1945, Sekutu melancarkan pembalasan secara brutal. Dari udara dan darat, mereka membakar dan membom Bekasi hingga luluh lantak.
“Kenangan pahit sekaligus bukti keberanian para pejuang, saat Bekasi dibumihanguskan. Sekitar 4.000 rumah warga habis terbakar. Warga terpaksa mengungsi ke Karawang, Tambun dan daerah lain, ada yang ke rumah kerabat saudara mereka. Meski hancur, Bekasi tetap tidak menyerah,” tutur lulusan ilmu sejarah Universitas Indonesia tersebut.
Masih kata Ali, Sekutu-lah yang pertama kali melanggar garis demarkasi yang juga disebut dengan istilah sasak Jarang, tapal batas pemisah kekuasaan sekutu dengan pertahanan wilayah laskar pejuang Indonesia yang ada di Bekasi, tetap berdiri sebagai benteng yang tak mudah ditaklukkan.
“Pengorbanan yang luar biasa inilah yang membuktikan, Bekasi adalah pertahanan pertama Republik. Di sinilah medan tempur, di sinilah darah tertumpah, dan dari sinilah lahir semangat yang pantas disebut Kota Patriot,” tandasnya.


