KDM Sarankan Bekasi Punya Kearifan Lokal, Sejarawan Usulkan Taman Buni dan Tugu Chairil Anwar
Infobekasi.co.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dalam pidatonya pada peringatan HUT Kabupaten Bekasi waktu lalu, mengingatkan pentingnya bagi daerah Kabupaten Bekasi agar memiliki kearifan lokal dan identitas yang khas, agar tidak hilang di tengah pesatnya perkembangan zaman.
“Bekasi itu besar, Bekasi itu strategis, tapi yang lebih penting adalah Bekasi harus punya identitas. Jangan sampai orang tahu Bekasi itu ramai, padat, industri, tapi tidak tahu apa kearifan lokalnya, apa budayanya, apa jati dirinya,” tandas Dedi Mulyadi.
Menanggapi hal tersebut, Sejarawan Bekasi Ali Anwar mendukung sepenuhnya gagasan tersebut. Ia mengungkapkan, sudah jauh-jauh hari mendorong Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk membangun tempat berciri khas kebekasian, yaitu Taman Buni di Kampung Pasar Emas, Muara Bakti, Babelan, serta Tugu Chairil Anwar di sekitar Jembatan Sungai Citarum, Kedungwaringin, yang sekaligus menghubungkan wilayah Bekasi dengan Karawang.
“Sejak zaman Bupati Neneng Hasanah Yasin, dan Bupati Eka Supria Atmana, saya pernah ngomong langsung, menyarankan perlu ada taman buni dan tugu Chairil Anwar di Kabupaten Bekasi. Terakhir beberapa kali bertemu dengan Bupati Eka, beliau sakit dan meninggal saat itu covid, sampai sekarang belum kesampaian lagi,” ujar Ali Anwar saat berbincang dengan Infobekasi di Kampung Tugu, Bekasi Timur, beberapa waktu lalu.
Masih kata Ali Anwar, dengan adanya taman dan tugu tersebut, warga Kabupaten Bekasi bakal memiliki identitas dan tidak melupakan akar sejarahnya, sekaligus bisa menjadi kebanggan warga Bekasi .
“Di Kabupaten Bekasi ini punya sejarah dan banyak para pejuang kemerdekaan, gudangnya malah. Justru kalau ada tempat yang bernilai historis bakal menjadi pengingat generasi selanjutnya. Biar mereka tahu, Bekasi ini punya nilai sejarah dan identitas kearifan lokal dari zaman dulu, bahkan ada peradaban tertua di Bekasi,” beber Alumni Sejarah Universitas Indonesia tersebut.
Gubernur Dedi Mulyadi sebelumnya juga menegaskan, kemajuan dan modernisasi harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya serta kearifan lokas setiap wilayah.
“Maju dan modern itu boleh, wajib. Tapi jangan sampai modernnya itu menghilangkan akarnya. Bekasi maju, budayanya tetap hidup, kearifannya tetap dijaga. Itu yang diharapkan,” tegasnya.
(ded)


