Skip to content

Prof. Dr. Nasaruddin Umar: Attaqwa Istiqamah Merawat Tradisi Maulid Nabi

Infobekasi.co.id – Tradisi memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW kembali digelar keluarga besar Attaqwa dengan penuh khidmat dan semarak.

Para jemaah dari berbagai wilayah Jabodetabek memadati Mesjid Attaqwa, Kompleks Pondok Pesantren Attaqwa Putra, mengikuti rangkaian peringatan kelahiran Rasulullah SAW sekaligus mempererat silaturahmi dan meneguhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad.

Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, sejumlah ulama dan habaib, Plt.Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, pimpinan dan keluarga besar Attaqwa, para alumni, santri, tokoh masyarakat, serta jemaah dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Menteri Agama RI mengapresiasi konsistensi keluarga besar Attaqwa dalam menjaga dan melestarikan tradisi yang diwariskan para pendahulu.

Ia menegaskan, istiqamah bukan sekadar melakukan sesuatu secara berulang, melainkan bentuk konsistensi dalam menjaga amal dengan keikhlasan.

“Attaqwa menjadi kuat karena istiqamah. Apa yang dilakukan dengan ikhlas, dipelihara dan dilanjutkan secara terus-menerus, itulah hakikat istiqamah. Maulid Nabi bukan sekadar acara tahunan, tetapi tradisi yang menghidupkan mahabbah kepada Rasulullah SAW,” ujar Prof. Dr. Nasaruddin Umar, Selasa (25/8/26).

Menurutnya, ukuran keberhasilan sebuah tradisi kebaikan bukan hanya pada kemeriahan pelaksanaannya, melainkan pada keberlanjutan nilai dan keikhlasan orang-orang yang menjalankannya.

“Istiqamah itu bukan sekadar rutinitas belaka. Tetap konsisten di jalan kebaikan, meskipun banyak hal yang berubah di sekitar kita, itulah yang paling berharga. Dan Attaqwa telah membuktikannya selama puluhan tahun,” papar Ia.

Menag juga mengaku merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar Attaqwa karena memperoleh sambutan yang begitu hangat dari para pimpinan, ulama, alumni, santri, dan seluruh jamaah yang hadir.

“Saya merasa menjadi bagian dari keluarga besar Attaqwa. Saya diterima dengan begitu hangat. Inilah salah satu kekuatan Attaqwa, yaitu membangun persaudaraan dan kebersamaan yang melampaui batas-batas generasi,” ungkapny.

Di akhir sambutannya, Menteri Agama berharap tradisi baik ini terus dijaga dan dikembangkan agar dapat melahirkan generasi-generasi yang mencintai Rasulullah SAW, mencintai ilmu pengetahuan, serta mencintai bangsa dan negaranya.

“Semoga tradisi baik ini terus dijaga dan dikembangkan untuk melahirkan generasi yang mencintai Rasulullah, mencintai ilmu, serta mencintai bangsa dan negaranya. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi setiap langkah keluarga besar Attaqwa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *