Skip to content

Bangunan Tua Rapuh, Penjaga Sekolah dan Wali Murid Khawatir SDN Sukajadi 03 Ambruk

Infobekasi.co.id – Suasana belajar di SDN Sukajadi 03 jauh dari kata tenang dan nyaman. Bayang-bayang bahaya terus mengintai para siswa dan guru. Rasa cemas itu muncul di balik dinding bangunan ruang kelas VI yang mengalami kerusakan parah hingga jebol dan menganga.

Pantauan di lokasi, kerusakan paling mencolok terlihat di kelas VI, tempat tembok bangunan mulai runtuh dan material batunya berjatuhan, memperlihatkan susunan bata mera. Tak hanya tembok yang menganga, lantai dibeberapa ruang kelas juga copot dan diganti menjadi coran tanpa keramik. Begitu pula jendela dan pintu yang rusak ruang kelas V dan IV.

Selain ruang kelas, kerusakan juga menimpa ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), dua toilet dan wastafel yang ada disetiap depan ruang kelas. Ketiga fasilitas itu sudah tidak bisa digunakan.

“Awalnya sedikit-sedikit, ya namanya bangunan ya kena ujan panas jadi runtuh. Ini kaca jendela juga sengaja ditaruh bawah takut ambruk kena anak-anak,” ujar Tabroni, penjaga sekolah setempat di Sukajadi, Rabu (23/9/26).

Menurutnya, kerusakan parah ada pada bangunan yang didirikan sekitar tahun 1992. Khususnya yang menampung kelas IV, V, VI dan telah berlangsung bertahap selama tiga tahun terakhir. Ia berharap Pemerintah Daerah dapat segera melakukan renovasi total SDN Sukajadi 03.

“Rusak sejak sekitar tiga tahun lalu yang tembok runtuhnya. Awalnya sedikit dikit, ya namanya bangunan, kena ujan panas jadi runtuh. Ini kaca jendela juga sengaja ditaruh bawah takut ambruk kena anak-anak,” beber Tabroni.

Situasi mencekam saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung di ruang kelas yang jebol tersebut dituturkan langsung oleh Aldi, salah satu dari 27 murid kelas VI. Ia mengingat betul momen ketika bingkai jendela ruang kelasnya mendadak miring dan nyaris menimpa teman-temannya.

“Waktu itu lagi belajar terus jendelanya miring mau jatuh, sama anak-anak dipegangin. Akhirnya sama guru ditaro di bawah, dicopotin,” kata Aldi.

Selain ancaman keselamatan akibat dinding yang jebol, Aldi mengeluhkan kondisi kelas yang kotor dan menjadi sarang hama.

“Banyak binatang tikus sama kecoa pada masuk. Di lemari buku banyak banget kecoa sama tikus. Pengennya dibenerin jadi dua lantai,” sambungnya.

Kondisi ini juga memicu keprihatinan dari Iyus Rustandi (60), mantan guru honorer olahraga yang mengabdi sejak 2005 hingga pensiun pada 2025. Meski sudah purna tugas, Iyus yang kini menjadi wali murid bagi cucunya di kelas III SD masih kerap datang untuk memperhatikan kondisi sekolah karena takut terjadi ambruk susulan.

“Jumlah murid sekitar 167 orang, terdiri dari enam rombongan belajar. Guru disini ada sekitar 10 orang, termasuk kepala sekolah, ditambah satu penjaga sekolah. Kalau dari pihak sekolah, saya sering menanyakan mudah-mudahan pembangunan segera dilakukan. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.

(Ari/ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *