Skip to content

Pasokan Cabai Menyusut Akibat Kemarau, Harga Rawit Merah Meroket ke Rp90.000/kg

Infobekasi.co.id – Kemarau panjang di wilayah penyuplai utama membuat pasokan pangan masuk ke Kabupaten Bekasi menurun drastis hingga 40 persen. Rencana mendatangkan cabai dari Sumatera pun dipertimbangkan kembali karena berisiko membusuk dalam perjalanan.

“Setelah kita hubungkan dengan daerah pemasok, mereka juga mengalami pengurangan produksi sekitar 40 persen. Selain karena kemarau, mereka juga sudah tidak dalam masa panen raya,” ujar Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting (Bapokting), Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Helmi Yenti, pada Senin (28/9/26).

Pemicu utama lonjakan adalah krisis pasokan pangan akibat cuaca ekstrem dan kemarau panjang di daerah produsen. Harga cabai rawit merah melonjak hingga Rp90.000/kg (HET Rp40.000-Rp57.000). Beras medium naik ke Rp13.800/kg (HET Rp12.500), beras premium menyentuh Rp15.800/kg (HET Rp14.900), dan daging sapi melambung ke Rp150.000/kg.

Guna meredam gejolak harga, Dinas Perdagangan memperkuat sinergi antardinas dan pihak keamanan. Intervensi pasar digencarkan dengan dukungan Early Warning System (EWS) Inflasi serta kerja sama dengan Perum Bulog dan kepolisian untuk menekan spekulasi.

“Kalau beras naik, otomatis kami akan melakukan operasi pasar. Itu sudah kami lakukan bersama Satgas Pangan dan Polres di seluruh pasar yang sampai sekarang masih berjalan. Dan EWS ini sangat membantu kita untuk lebih cepat melaksanakan intervensi pasar,” pungkasnya.

(Ari/ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *