Skip to content

Temukan Broken Link di Situs NASA, Siswa SMK Bina Patriot Dapat Penghargaan

Infobekasi.co.id – Seorang siswa kelas X jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Bina Patriot asal Desa Karangsambung, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, mencetak prestasi membanggakan. Rangga Erlangga (16) menerima sertifikat apresiasi dari lembaga penerbangan dan antariksa Amerika Serikat, NASA, atas penemuannya terkait celah keamanan pada sistem portal resmi lembaga tersebut.

Sertifikat bertanda tangan Senior Agency Information Security Officer NASA, Kelvin Taylor, tertanggal 8 Oktober 2026 itu diberikan kepada Rangga selaku peneliti keamanan independen yang telah melaporkan adanya tautan media sosial yang tidak aktif atau broken link di situs resmi NASA.

“Saya nemu broken link. Situs NASA itu ada semacam tautan media sosial yang sudah mati atau dihapus pemiliknya. Kalau tidak dilaporkan, saya bisa mendaftarkan ulang tautan itu, dan jika ada yang mengeklik, alih-alih menuju akun NASA justru mengarah ke akun saya,” ungkap Rangga di Kedungwaringin, Selasa (13/10).

Setelah menemukan celah tersebut, Rangga menyusun laporan teknis dan mengirimkannya melalui alamat surat elektronik resmi tim siber NASA. Selama tiga minggu ia menunggu proses audit dan evaluasi, hingga akhirnya menerima tanggapan positif beserta sertifikat apresiasi.

Keahlian di bidang keamanan siber ini dipelajari Rangga secara mandiri. Dengan keterbatasan sarana — ia menggunakan laptop pinjaman milik saudaranya — Rangga belajar melalui berbagai kanal edukasi daring, forum diskusi, serta materi pembelajaran di internet.

“Awalnya hanya suka menggunakan komputer dan melihat teman mendapat penghargaan di bidang keamanan siber. Lalu ikut kompetensi mencari kelemahan situs web, dan dari situ saya ketagihan,” cerita Rangga.

Prestasi dari NASA bukanlah yang pertama. Kini ia telah mengoleksi 14 sertifikat pengakuan dari berbagai instansi, termasuk Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, hingga masuk dalam daftar Hall of Fame Universitas Texas.

Saat memeriksa situs-situs pemerintah di Indonesia, Rangga kerap menemukan beragam celah keamanan, mulai dari data pribadi seperti KTP dan NPWP yang terekspos, hingga akses tanpa izin ke halaman administrasi. Semua temuan tersebut selalu ia sampaikan kepada pihak terkait agar segera diperbaiki.

Meski saat ini menempuh pendidikan di bidang otomotif, Rangga memiliki cita-cita besar untuk berkarir di bidang teknologi informasi dan keamanan siber.

“Ingin menjadi tenaga profesional di bidang keamanan siber. Cita-cita saya suatu saat bisa bekerja di NASA,” ujarnya penuh harap.

Di balik prestasinya yang luar biasa, kehidupan sehari-hari Rangga tetap sederhana. Setelah ibunya meninggal dunia, ia tinggal bersama ayahnya yang bekerja sebagai buruh bangunan, serta bibinya, Etik (65), yang sehari-hari berjualan nasi uduk untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Etik mengaku tidak memahami secara mendalam apa yang dilakukan keponakannya di depan komputer, namun ia selalu memberikan dukungan dan doa.

“Setiap pulang sekolah atau pagi sebelum berangkat, dia biasanya duduk di kamar menggunakan laptop. Kami memang tidak mengerti teknisnya, yang penting anaknya berperilaku baik. Harapan kami semoga ada perhatian dari pemerintah agar dia bisa terus berkembang dan meraih cita-citanya,” tutup Etik.

(Ari/ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *