Tarif Flat Rp4.300 Mulai Diuji Coba di Bus Trans Wibawa Mukti, Terapkan QRIS dan Tap Kartu
Infobekasi.co.id – Bus Trans Wibawa Mukti memasuki tahap uji coba tarif flat Rp 4.300 per perjalanan mulai November ini. Layanan yang menghubungkan Stasiun Cikarang dan Stasiun LRT Jatimulya tersebut sebelumnya digratiskan selama satu tahun untuk sosialisasi.
Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi, Andi Suhadhi, menyebut masa gratis satu tahun telah usai dan saatnya beralih ke layanan berbayar.
“Prinsipnya pokoknya kita kan sudah memberikan fasilitas gratis selama setahun ini uji coba. Nah, sekarang kan memang di tengah waktu satu tahun itu harus sudah memberlakukan bertarif,” kata Andi Suhadhi, Selasa (27/10).
Sepanjang November dan Desember, Dishub fokus menguji keandalan sistem transaksi perbankan dan QRIS. Namun pihaknya tetap memberikan kelonggaran bagi penumpang yang belum memiliki kartu uang elektronik.
“November, Desember sudah mulai. Cuman kan itu masih tahap uji coba sistem, sistem perbankannya dan QRIS-nya. Nah, mudah-mudahan di Januari sudah matang, sudah siap, nah itu sudah berlaku tetap, permanen,” tuturnya.
Sistem pembayaran ini melibatkan lima bank. Pembayaran tap kartu didukung Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA, sedangkan Bank BJB mengelola transaksi QRIS sekaligus penampungan dana ke kas daerah.
“Kita sudah bekerja sama dengan empat bank aggregator. Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA. Nah, dengan BJB yang QRIS-nya. BJB QRIS, nanti untuk buat pengembalian dana penampung ke PAD, Kas daerah,” ungkap Andi.
Untuk membantu kelancaran transisi di lapangan, pihaknya juga menyiagakan petugas di halte dan armada bus untuk mengedukasi penumpang tentang tata cara pembayaran.
“Insya Allah petugas Dishub tuh sudah mulai gerilya memberi edukasi ke masyarakat. Cara waktu kapan harus nge-tap-nya. Tarifnya flat Rp 4.300,” pungkasnya.
(Ari/ded)
Foto: Ari/infobekasi


