Skip to content

Bermodal Kamera Hasil THR dan Uang Jajan, Siswa SMA 3 Bekasi Sabet Juara Fotografi 

Infobekasi.co.id – Modal minim dam peralatan seadanya bukan jadi penghalang bagi Fauzan Nur Ichiro Suki (17), siswa kelas XII SMAN 3 Kota Bekasi, menorehkan prestasi di dunia fotografi. Bermodal kamera senilai Rp1,6 juta dibeli dari tabungan uang jajan serta Tunjangan Hari Raya (THR), Ia ikut lomba ajang Festival dan Seni serta Sastra Siswa Nasional (FLS3N) bidang fotografi.

Kisah Ichiro dimulai dari lingkungan sekolah. Ia mendapat kesempatan mengikuti seleksi setelah direkomendasikan pembina seni yang melihat bakat potensinya lewat kegiatan ekstrakurikuler. Saat seleksi tingkat Kota Bekasi, Ichiro memilih Kelenteng Hok Lay Kiong, Bekasi Timur, sebagai lokasi utama. Berbeda dari peserta lain yang lebih banyak memotret pada siang hari, Ichiro memilih mengabadikan suasana perayaan budaya dari sore hingga malam hari. Strategi mencari sudut pandang berbeda ini membuahkan hasil, dirinya meraih juara pertama tingkat Kota Bekasi 2025 dan berhak melaju ke tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Saya tetap berusaha beda angle meski ada juga peserta lain hunting di lokasi yang sama, dan enggak terlalu berharap, tetapi bersyukur nama saya keluar juara nomor satu tingkat Kota Bekasi,” tutur Ichiro kepada Infobekasi, baru-baru ini.

Di tingkat provinsi, tantangan semakin berat. Selain harus mempresentasikan karya sebelumnya, Ichiro juga ditantang mengambil dua foto secara langsung di lokasi lomba SMAN 1 Lembang. Dari persaingan ketat tersebut, Ichiro berhasil meraih juara ketiga.

Kamera senilai Rp1,6 juta itu bukan hadiah sponsor, melainkan hasil tabungan pribadi dari uang jajan serta THR Idulfitri dan Iduladha. Karena dana terbatas, Ia memilih kamera yang kompatibel dengan lensa 50 mm milik ayahnya. Lensa pinjaman itulah yang sering Ia gunakan untuk mengabadikan kegiatan sekolah, acara pernikahan, hingga pertandingan olahraga.

“Saya mengumpulkan dari uang jajan dan THR saat Idulfitri maupun Iduladha untuk membeli kamera ini sekitar Rp1,6 juta. Karena anggarannya terbatas, saya memilih kamera yang penting mereknya sama, sehingga bisa menggunakan lensa milik bapak saya,” ungkapnya.

Kisah ini menjadi pelajaran berharga untuk generasi muda. Ia berpesan agar tidak menjadikan harga peralatan sebagai batas berkarya. Menurutnya, mata yang peka, kreativitas, serta tekun berlatih jauh lebih kuat daripada perlengkapan yang mahal.

#Infobekasi #Bekasi

(Fahmi/ded)/Foto: Dwi AP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *